Senin, 02 Mei 2016

Ir.Soekarno presiden pertama indonesia



Ir. Soekarno adalah presiden pertama negara Indonesia. Soekarno lahir dari pasangan ayah yang berdarah Jawa bernama Raden Sukemi Sosrodihardjo dengan seorang ibu keturunan Bali, Ida Ayu Nyoman Rai. Soekarno pada masa kecilnya tidak berbeda dengan anak-anak lain seusainya yaitu suka bermain, nakal, dan lain sebagainya. Soekarno memang tumbuh dalam kemiskinan tetapi hal itu tidak menghalangi dalam mencapai tujuan cita-citanya yaitu memerdekakan bangsa dari belenggu penjajah. Masa kecilnya Soekarno selalu diisi dengan semangat kemandirian. Dalam masa perjuangannya, setelah lulus dari THS (sekarang ITB) sempat beberapa kali dijebloskan ke dalam penjara. Bahkan Soekarno pernah beberapa kali dibuang oleh kolonial Belanda. Seiring dengan berjalannya waktu, dengan tekad dan cita-citanya Soekarno tumbuh menjadi seorang pemimpin yang besar, yang memiliki peranannya dalam sejarah Indonesia yaitu:

  1. Beliau memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia yaotu sebagai Proklamator (bersama Bung Hatta) yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.
  2. Beliau adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945-1966.
  3. Beliau juga diakui sebagai Bapak Bangsa (founding fathers) yang banyak berperan dalam membangkitkan, memberikan jati diri bangsa dan kemudian meletakkan dasar negara Republik Indonesia, Pancasila, yang pertama kali dilontarkan pada 1 Juni 1945.

Soekarno sebagai pemimpin bangsa yaitu sebagai presiden yang dicintati rakyat pada masanya. Meskipun sudah meninggal namun namanya tetap dikenang dan menjadi bahan pembicaraan orang-orang, dalam kondisi bangsa saat ini yang butuh figur panutan seorang pemimpin. Yang terjadi sekarang yaitu fenomena munculnya lagi nama Soekarno sebagai figur pemimpin yang diidamkan oleh pemimpin dalam memimpin negeri ini. Hal ini dapat dilihat seperti partai-partai politik yang membawa-bawa nama Soekarno dengan tujuan tertentu dan membandingkan dengan pemimpin bangsa sekarang.

Pada semasa hidupnya, banyak hal yang dapat dijadikan contoh/panutan untuk generasi muda saat ini. hal ini tercermin dalam pemikiran, ucapan dan tindakannya dalam hidupnya, menciptakan tujuan, belajar menyayangi makhluk ciptaan Tuhan, pentingnya ilmu pengetahuan, tidak mau direndahkan orang lain, berani mengambil keputusan dan tindakan, rasa empati sosial yang tinggi dan lain sebagainya. Soekarno dulu banyak belajar dari orang-orang sekitarnya dengan meniru ataupun mendengarkan ucapan orang lain dengan bijak. Hal itulah yang membawa dirinya menuju kesuksesan dalam menjadi pemimpin yang teladan bagi orang-orang.

Beberapa contoh nilai ketauladanan dari Ir. Soekarno adalah:
  1. Selalu mengutamakan musyawarah untuk mufakat
    Pada saat proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Soekarno dan tokoh kemerdekaan Indonesia lainnya mengadakan musyawarah untuk mencapi mufakat demi keutuhan bangsa dan negara Indonesia yang baru berdiri.
  2. Meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentngan pribadi
    Meskipun masing-masing tokoh memiliki pendapat yang berbeda-beda namun akhirnya Soekarno dan tokoh bangsa lainnya dapat menghasilkan keputusan bersama yang diterima dan dilaksanakan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
  3. Memiliki semangat kekeluargaan dan kebersamaan
    Soekarno dan tokoh bangsan lainnya memiliki semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang merupakan kekuatan batin dalam merebut kemerdekaan dan menegakkan kedaulatan rakyat.
  4. Berani dan rela berkorban untuk tanah air, bangsa dan negara
    Soekarno terkenal sebagai orator yang ulung. Pidato-pidato darinya mampu membangkitkan semangat rakyat untuk berjuang merebut kemerdekaan. Dengan tuduhan menghasut rakyat untuk memberontak, pada akhir Desember 1929, Soekarno ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara.
  5. Pantang mundur dan tidak kenal menyerah
    Perumusan dasar negara Indonesia merupakan hasil kerja keras yang melibatkan banyak tokoh diantaranya Soekarno. Beliau berjuang keras tanpa kenal menyerah dengan tulus ikhlas tanpa pamrih dan penuh semangat untuk merumuskan dasar negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar