Cilacap–Empat pekerja cleaning servis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/07/09), tewas setelah tersiram air panas didalam tangki. Satu pekerja lainnya selamat namun mengalami luka parah. Diduga kecelakaan ini akibat operator kran tidak tahu masih ada orang di dalam tangki. Pihak perusahaan terkesan menutup-nutupi insiden ini.
Peristiwa tragis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses yang ada di komplek Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Musibah bermula saat 5 pekerja tengah membersihkan bagian dalam tangki gula kristal di pabrik tersebut. Tiba-tiba kran yang berada di atas dan mengarah kedalam tangki mengeluarkan air panas yang diperkirakan mencapai 400 derajat Celsius. Akibatnya, keempat pekerja yang ada didalamnya tewas seketika dengan kondisi mengenaskan karena panasnya uap.
Para korban yang tewas semuanya warga Cilacap yakni Feri Kisbianto, Jumono, Puji Sutrisno dan Kasito. Sedangkan pekerja yang bernama Adi Purwanto berhasil menyelamatkan diri, namun mengalami luka parah.
Menurut salah seorang rekan pekerja, air panas tersebut mengucur ke dalam tangki setelah tombol kran dibuka oleh salah seorang karyawan pabrik. Diduga operator kran tidak mengetahui jika pekerjaan didalam tangki tersebut belum selesai.
Hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi terkait kecelakaan kerja tersebut, karena semua pimpinan di Pabrik PT Darma Pala Usaha Sukses berusaha menghindar saat ditemui wartawan. Sementara polisi juga belum mau memberikan keterangan atas musibah tersebut. (Nanang Anna Nur/Sup).
Analisis Kasus
Jika ditinjau dari faktor penyebab kecelakaan kerja, penyebab dasar kecelakaan kerja adalah human error. Dalam hal ini, kesalahan terletak pada operator kran. Menanggapi kecelakaan yang telah menewaskan empat orang tersebut, seharusnya sang operator kran bersikap lebih hati-hati serta teliti yaitu dengan benar-benar memastikan bahwa tangki gula krsital tersebut telah kosong serta aman dialirkan air ke dalamnya, maka mungkin kecelakaan kerja tersebut tidak akan terjadi. Karyawan saat memasuki tangki seharusnya juga mengenakan alat-alat pelindung diri agar terhindar dari bahaya kecelakaan kerja.
Kemudian penyebab kecelakaan yang lain adalah kurangnya pengawasan manajemen dalam bidang kesehatan, keselamatan, dan keamanan pada perusahaan tersebut. Sistem manajemen yang baik seharusnya lebih ketat pengawasannya terhadap alat ini menyadari alat ini memiliki risiko yang besar untuk menghasilkan loss atau kerugian. Beberapa tindakan manajemen yang bisa dilakukan adalah dengan meletakkan kamera-kamera di dalam alat tersebut sehingga operator kran dapat memastikan bahwa di dalam tangki benar-benar tidak ada orang. Kemudian, apabila teknologi yang lebih canggih dapat diterapkan di sana, maka pada tangki tersebut dapat dipasang sebuah alat pendeteksi di mana apabila di dalam tangki masih terdapat orang atau benda asing, maka ada sebuah lampu yang menyala yang mengindikasikan di dalam tangki tersebut terdapat orang atau benda asing.
Kemudian apabila telah terjadi kecelakaan, seharusnya dilakukan investigasi kecelakaan, inspeksi, pencatatan serta pelaporan kecelakaan kerja. Tujuan dari kegiatan ini tentu untuk meningkatkan manajemen dari kesehatan, keamanan serta keselamatan pada perusahaan tersebut, menentukan tindakan pencegahan yang tepat serta menurunkan faktor risiko pada kecelakaan tersebut. Namun, sayangnya sikap dari pihak perusahaan yang menutup-nutupi kejadian kecelakaan kerja tersebut dapat menghambat berjalannya investigasi tersebut. Perusahaan tidak akan dapat mengambil pelajaran melalui kecelakaan ini. Ini berarti kecelakaan semacam ini masih memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk kembali terjadi, baik pada perusahaan yang sama maupun pada perusahaan sejenisnya.
Team building adalah suatu upaya yang dibuat secara
sadar untuk mengembangkan kerja kelompok dalam suatu organisasi. Ahli-ahli ilmu
sosial menyebut kelompok adalah suatu kumpulan orang yang terdiri dari dua atau
lebih yang berinteraksi dengan stabil dan diantara mereka mempunyai tujuan yang
sama serta menganggap kelompok itu sebagai kegiatan/aktifitas yang mungkin
lebih efisien bila dikerjakan oleh perseoranangan. Namun banyak
sekali masalah yang bersifat terlalu luas dan terlalu kompleks untuk ditangani
oleh satu orang. Dalam hal ini kerja team pada manajemen dapat memberikan hasil
akhir yang lebih efektif dibanding dengan kerja perorangan.
Karakteristik
Kelompok/Team
1.Terdiri dari dua orang atau lebih dalma interaksi sosial baik secara verbal
maupun non-verbal
2.Anggota kelompok harus mempunyai pengaru satu sama lain supaya dapat diakui
menjadi anggota suatu kelompok
3.Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota
kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit
4.Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama
5.Individu yang tergabung dlaam kelompok, saling mengenal satu sama lain
serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.
Mengapa
Diperlukan Team Building?
Pada prinsipnya
kitamemerlukan team bulding untuk memperbaiki kinerja kelompok
yang kita miliki. Namun ada beberapa kondisi yang perlu dipertimbangkan dalam
pelaksanaan team building, antara lain:
1.Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim
2.Pucuk pimpinan yang jarang berfikir dan bertindak sebagai bagian sebuah
kelompok
3.Terjadi kurang pengertian antat sesama anggota kelompok, tidak ada arahan
dan semangat kerja yang timbul dalam suatu kelompok sehingga kelompok
kehilangan arah kerja
4.Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi
tidak dapat bekerja bersama dalam kelompok
5.Kurangnya rasa percaya diri antar sesama anggota tim, tidak dapat dicapai
kesepakatan terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktahuan akan kemungkinan
peluang yang dapat dilakukan oleh anggota tim
Manfaat Membangun
Tim
Team building yang dilakukan
secara benar dan berkesinambungan akan memberikan hasil perubahan yang
seringkali jauh lebih baik dari dugaan semula.
Manfaat atau
hasil yang dirasakan:
Bagi pimpinan
tim/kelompok:
1.Pimpinan tim akan menjadi lebih kuat dan lebih efektif
2.Pimpinan tim mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan lebih
memperhatikan kepentingan dan tanggung jawab kelompok dibandingkan kepentingan
pribadi
3.Terdapat apresiasi yang lebih besar dari pimpinan tim terhadap kebutuhan
anggota tim dan bagian-bagian dalam tim
4.Pimpinan menjadi lebih mampu untuk berkomunikasi secara langsung kepada
anggota tim sehingga terjadi hubungan pengertian yang lebih baik antara
pimpinan dan anggota tim
5.Pimpinan tim memiliki inisiatif untuk lebih memahami prakasa anggotanya
6.Pimpinan mempunyai komitmen yang lebih tinggi terhadap sasaran kerja dan
memiliki harapan yang lebih besar
Bagi individu
anggota tim/kelompok:
1.Sebagian besar individu memiliki pendekatan yang lebih persuasif, toleransi
menjadi lebih tinggi dan memiliki kepercayaan untuk mengajukan argumentasi
tanpa terikat oleh hirarki
2.Komunikasi dan dialog antar sesama anggota kelompok menjadi lebih bebas dan
terbuka yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam perkembangan
kelompok
3.Terdapat "ruang" yang lebih terbuka untuk megakui beberapa
kelemahan-kelemahan pribadi, bahkan kadangkala tidak jarang yang mengundurkan
diri karena kesadaran diri (ini bukan penyelesaian yang diharapkan)
4.Banyak masalah antar pribadi sesama anggota tim/kelompok yang selama ini
mengganjal dapat dipecahkan dengan lebih mudah karena keterbukaan semua anggota
tim
Bagi pelaksanaan
kerja tim/kelompok:
1.Pertemuan tim/kelompok menjadi lebih terstruktur dan efektif
2.Hasil yang diperoleh lebih dapat diterima dan terdistribusi dengan baik
kepada sesama peserta
3.Terjadi perbaikan kerja dalam mencapai sasaran, peningkatan kemampuan dalam
mengevaluasi individu dan kelompok dengan cara yang lebih profesional
4.Tingkat komunikasi dalam dan antar kelompok menjadi lebih komprehensif dan
efektif walaupun dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan
5.Komitmen yang lebih kuat terhadap sasaran-sasaran baru
6.Terciptanya otonomi yang lebih besar pada tingkat manajer
Contoh dalam permainan basket
Dalam bermain basket komponen
mendasar yang harus dipahami seluruh pemain adalah bahwa basket adalah
permainan tim. Untuk mencapai hal tersebut Anda harus mengingat beberapa hal
dibawah ini :
1. Tujuan utama Anda dan tim Anda adalah memenangkan pertandingan,
bukan mencetak angka paling banyak untuk diri sendiri.
2. Tekan ego diri untuk menjadi bintang dengan mencetak angka
paling banyak, tetapi alihkan dengan pernyataan dalam diri apa yang bisa saya
lakukan untuk tim ini supaya bisa menang.
3. Tanyakan pada pelatih apa peran Anda dalam tim ini, lakukan
instruksi pelatih dengan baik dan maksimal, yakinlah bahwa pelatih juga
menginginkan kemenangan bagi tim didikannya.
4. Bermain baik sebagai tim dengan mencetak sedikit angka dan
tim memperoleh kemenangan jauh lebih baik daripada bermain secara individual
dan mencetak banyak poin, tetapi tim mengalami kekalahan.
5. Jagalah sportivitas, cara Anda membawa diri di dalam dan
diluar lapangan akan mencerminkan kepribadian Anda. Menang atau kalah adalah
hal biasa dalam permainan basket. Tetapi bagaimana sikap dan reaksi Anda dalam
menghadapi kemenangan dan kekalahan menunjukkan kebesaran jiwa Anda. Menang
bukan berarti sombong dan diatas segalanya, kalah pun harus diterima dengan
lapang dada dan tidak mencari-cari kesalahan.
6. Selalu ingat aturan utama Anda harus memperlakukan rekan satu
tim, pelatih, wasit dan pemain lawan sebagaimana Anda ingin diperlakukan, yaitu
adil, bermartabat dan rasa hormat.
berikut adalah video dimana pemain basket menggunakan team building
Menciptakan team
building yang kuat adalah hal yang sangat penting dalam situasi apapun
karena sebuah misi pekerjaan akan menciptakan team work yang
profesional dalam melakukan pekerjaan apapun.
Team building adalah
pondasi, sedangkan team work adalahketika tim sudahbekerja. Team
building diciptakan untuk mencapai sebuah tujuan. Tujuan itu dijadikan
sebagai acuan organisasi. Oleh karena itu harus ada seorang leader yang
mempunyai pengaruh besar. Tujuan dari latihan adalah memangun sebauh tim untuk
membangun tim untuk menjadi unit yang dapat berkerja satu sama lainnya untuk
dapat menyelesaikan tugas. ini sangat penting dilakukan ketika team
buldingmenjadi sebuah team work maka tugas yang akan
dijalankan dapat dilakukan dengan baik.
Untuk
mengoptimalkan setiap aktivitas team building yang ada,
berikut beberapa tips yang dapat digunakan:
1.Spesifikasi pekerjaan
Setiap tim harus memiliki deskripsi tugas yang jelas dengan koridor tertentu.
Spesifikasi tugas ini yan akan membedakan aktivitas team building yang
satu dengan yang lainnya. Kejelasan pekerjaan juga akan memudahkan setiap tim
untuk mengambil keputusan internal terkait pekerjaannya, sehingga tidak ada
aktivitas team building yang tumpang tindih atau bahkan dobel
kegiatn yang bisa berakibat pemborosan tenaga, waktu, pikiran maupun biaya.
Spesifikasi tugas huga akan membuat setiap aktivitas team building terukur
dan teratur dalam rangka mencapai target perusahaan/organisasi. Tetapi
spesifikasi pekerjaan ditetapkan dengan tujuan pencapaian hasil dan tidak
menutup ruang kreatifitas setiap tim.
2.Spesifikasi peran
Spesifikasi peran hampir sama dengan spesifikasi pekerjaan. Hanya saja
spesifikasi peran diberikan pada setiap pemimpin tim maupun masing-masing
anggota tim. Kekhusuan peran dan menghindari peran ganda akan mempercepat dan meningkatkan
produktifitas setiap orang dalam aktivitas team building. Setiap
orang akan dituntut berkreasi dan bekerja sesuai dengan peran masing-masing
sehingga menghasilkan kombinasi produktifitas yang optimal. Jika spesifikasi
peran telah dipahami oleh masing-masing personal, maka setiap aktivitas team
bulding akan mampu mencapai target yang ditetapkan bahkan melampaui.
Karena setiap orang bekerja maka aperusahaan/organisasi akan mampu menghasilkan
produktifitas secar optimal.
3.Koordinasi berkala
Mengorganisasi setiap aktivitas team building dalam
perusahaan/organisasi agar tidak berbenturan, seorang pemimpin harus senantiasa
melakukan koordinasi. Melalui koordinasi berkala, hasil dari setiap aktivitas team
building dapat dimonitoring dan evaluasi, Koordinasi berkala juga
berfungsi untuk melihat perkembangan masing-masing anggota dan setiap tim yang
ada. Melakukan koordinasi berkala, juga berarti menjaga perusahaan/organisasi
dari kegagalan produktifitas. Koordinasi berkala adalah langkah manajemen resiko
yang wajib dilakukan setiap pemimpin dari semua aktivitas team
building, sehingga langkah antisipasi dapat senantiasa dilakukan untuk
meminimalisasi kerugian.
Konflik
berasal dari kata kerja latin configere yang berarti saling memukul.
Secara
sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau
lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak
lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
B.Faktor2
penyebab konflik
•Perbedaan individu,
yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
•Perbedaan latar
belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
•Perbedaan kepentingan
antara individu atau kelompok.
•Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
C.Akibat Konflik
•Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok
(ingroup) yang mengalami konflk dengan kelompok lain.
•Keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.
•Perubahan kepribadian pada individu, misalnya
timbulnya rasa dendam,- benci, saling curiga dll.
•Kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.
•Dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak
yang terlibat dalam konflik.
D.Manajemen Konflik
Organisasi merupakan tempat manusia berinteraksi
yang mempunyai kemungkinan terjadinya suatu konflik, konflik ini bisa
berhubungan dengan perasaan termasuk perasaan yang diabaikan, tidak dihargai,
atau beban berlebihan dan perasan individu yang menimbulkan suatu titik
kemarahan.
Dahulu konflik dianggap sebagai sesuatu yang
berbau negatif sehingga cara mengelolahnya pun bermula dari yang sederhana
seperti dan membiarkan saja sampai yang bersifat ekstrim yaitu berusaha
menghilangkan sampai ke keakar-akarnya (gillies, 1994).
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan
ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatuinteraksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri
fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.
Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik
merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak
pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat
lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu
sendiri
Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah
mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya,
konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
E. Penyelesaian
konflik
Usaha manusia untuk meredakan pertikaian atau
konflik dalam mencapai kestabilan dinamakan “akomodasi”. Pihak-pihak yang
berkonflik kemudian saling menyesuaikan diri pada keadaan tersebut dengan cara
bekerja sama. Bentuk-bentuk akomodasi :
1. Gencatansenjata,
yaitu penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu, guna melakukan suatu
pekerjaan tertentu yang tidak boleh diganggu. Misalnya : untuk melakukan
perawatan bagi yang luka-luka, mengubur yang tewas, atau mengadakan perundingan
perdamaian, merayakan hari suci keagamaan, dan lain-lain.
2. Abitrasi, yaitu suatu perselisihan yang langsung
dihentikan oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan diterima serta
ditaati oleh kedua belah pihak. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan
berulangkali di mana saja dalam masyarakat, bersifat spontan dan informal. Jika
pihak ketiga tidak bisa dipilih maka pemerintah biasanya menunjuk pengadilan.
3. Mediasi,
yaitu penghentian pertikaian oleh pihak ketiga tetapi tidak diberikan keputusan
yang mengikat. Contoh : PBB membantu menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dengan Belanda.
4. Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan
pihak-pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama.
Misalnya : Panitia tetap penyelesaikan perburuhan yang dibentuk Departemeapai
kestabilan n Tenaga Kerja. Bertugas menyelesaikan persoalan upah, jam kerja, kesejahteraan
buruh, hari-hari libur, dan lain-lain.
5. Stalemate, yaitu keadaan ketika kedua belah pihak yang
bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, lalu berhenti pada suatu titik
tidak saling menyerang. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak
mungkin lagi untuk maju atau mundur. Sebagai contoh : adusenjata antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada masa Perang dingin.
Adapun cara-cara yang lain untuk memecahkan konflik adalah :
1. Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang
terlibat di dalam konflik, yang diungkapkan dengan ucapan antara lain :
kami mengalah, kami keluar, dan sebagainya.
2. Subjugation atau domination, yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan
terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya. Sudah barang
tentu cara ini bukan suatu cara pemecahan yang memuaskan bagi pihak-pihak yang
terlibat.
3. Majorityrule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan melalui voting untuk
mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4. Minorityconsent, yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh
kelompok minoritas. Kelompok minoritas sama sekali tidak merasa dikalahkan dan
sepakat untuk melakukan kerja sama dengan kelompokmayoritas.
5. Kompromi, yaitu jalan tengah yang dicapai oleh
pihak-pihak yang terlibat di dalamkonflik.
6. Integrasi, yaitu mendiskusikan, menelaah, dan
mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan
yang memaksa semua pihak.
2.NEGOSIASI
Negosiasi adalah cara
yang paling efektif untuk mengatasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan
kepentingan. Sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak - pihak yang terlibat
berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan.Dari
beberapa definisi yang diungkapkan oleh para ahli dapat disimpulkan, Negosiasi
adalah suatu upaya yang dilakukan antara pihak-pihak yang berkonflik dengan
maksud untuk mencari jalan keluar untuk menyelesaikan pertentangan yang sesuai
kesepakatan bersama.
A. Persiapan
langkah- langkah egosiasi
Langkah pertama dalam melakukan negosiasi
adalah langkah persiapan.
B. Pembukaan
Mengawali sebuah negosiasi tidaklah semudah yang
kita bayangkan. Kita harus mampu menciptakan atmosfir atau suasana yang tepat
sebelum proses negosiasi dimulai.
C.Memulai proses negosiasi
Langkah selanjutnya dalam memulai proses
negosiasi adalah menyampaikan (proposing) apa yang menjadi keinginan atau
tuntutan kita.
D. Membangun Kesepakatan
Babak terakhir dalam proses negosiasi adalah
membangun kesepakatan dan menutup negosiasi.Memulai proses negosiasi,tunggu saat yang tepat bagi
kedua pihak untuk memulai pembicaraan pada materi pokok negosiasi.Sampaikan
pokok-pokok keinginan atau tuntutan pihak anda secara jelas, singkat dan penuh
percaya diri.
•Tekankan bahwa anda atau
organisasi anda berkeinginan untuk mencapai suatu kesepakatan dengan mereka.Sediakan ruang untuk manuver atau
tawar-menawar dalam negosiasi, jangan membuat hanya dua pilihan ya atau tidak.
E.Membangun Kesepakatan
Babak terakhir dalam
proses negosiasi adalah membangun kesepakatan dan menutup negosiasi.
Kesepakatan harus dibangun dari keinginan atau niat dari kedua belah pihak,
sehingga kita tidak bertepuk sebelah tangan.
6.Jenis-jenis Negosiasi
a.Negosiasi Menang
kalah(win-lose)
b.Negosiasi menang
menang(win-win)
Analisis Konflik konflik yang ada di PSSI waktu itu.
Padahal organisasi yang sebesar itu bernaung langsung dibawah pimpinan Indonesia dan organisasi sepakbola dunia, yaitu FIFA (Federation International Football Asosiation). Akan tetapi organisasi ini tidak menunjukan kinerja yang baik dimata masyarakan Indonesia sendiri bahkan dimata dunia.
Hal utama yang menyebabkan organisasi ini gagal dan boleh dibilang kacau dikarenakan oleh pemimpin organisasi PSSI, yaitu Nurdin Khalid yang telah gagal dalam memimpin dan mengelola organisasi ini. Sudah banyak kasus yang menimpa ketua umum organisasi ini, yang paling utama adalah kasus korupsi yang Ia lakukan terhadap dana-dana yang harusnya di alokasikan untuk kemajuan sepakbola di negeri kita ini, tetapi malah dimasukan dalam rekening gembung miliknya, dan itu sebagai bukti dia pernah dinyatakan sebagai terpidana atas kasus korupsi dalam PSSI. Dan akibat dari kegagalan itu FIFA melayangkan surat penurunan kepana Nurdin Khalid untuk meninggalkan kursi singgasananya sebagai ketua PSSI, akan tetapi Nurdin Khalid malah menutupi surat yang dilayangkan FIFA itu dari publik.
Namun pada akhirnya setelah Nurdin Khalid meniggalkan kekuasaannya, kisruh dalam PSSI tidak selesai sampai disitu saja. Perlu sekurang lebihnya 5 sampai 7 kali pemilihan ulang ketua umum PSSI. Namun pada akhirnya Djohar Arifin pun menempati posisi yang telah ditinggalkan oleh Nurdin Khalid di organisasi PSSI.
Masalah di organisasi PSSI tidak lagi sampai setelah penyelesaian pemilihan. Djohar melupakan janji dia ketika ia belum jadi Ketua Umum, dia menaikan tim-tim yang harusnya ada di Divisi Utama, sehingga hampir semua tim di kasta Indonesia Super League tidak terima dan menentang. Sehingga Djohar Arifin membuat Liga baru dengan nama Indonesia Primere League, yang berisikan tim-tim berbayar.
Analisa
Analisa yang saya ambil adalah konflik setelah pemilihan.
Permasalahan dan konflik yang ada di PSSI Djohar Arifin menurut saya dikarenakan ke egoisan di setiap kepala yang berurusan. Dan juga dikarenakan Djohar yang tidak menepati janji, dan hanya memikirkan kepentingan kelompoknya. Kemudian ia melupakan orang-orang yang mendukungnya dan memilihnya. Sehingga kepemimpinan Djohar Arifin dicekal oleh orang-orang penting di persepakbolaan Indonesia.
Solusi
Mengeluarkan dan membicarakan permasalahan bersama-sama orang-orang yang ada di persepakbolaan Indonesia. Musyawaran antara pihak ISL dan IPL.
Bersedia menjadi pengalah yang baik, benar, dan tepat. Saat ini permasalahan PSSI sudah selesai, pada akhirnya yang salah mengalah, yaitu Djohar Arifin. Namun ia tetap menjadi ketua dengan anggota-anggota dari pihak ISL.
Berbuat kebaikan kepada sesama manusia yang ada di PSSI. Karena Djohar mengakui kesalahan, Djohar tetap diberi amanah untuk menjadi Ketum PSSI dengan anggota-anggota yang tepat.
Menyelesaikan tugas dalam satu saat. Jangan sampai masalah internal PSSI berlarut-larut, walaupun sering dapat ancaman dari FIFA tetapi PSSI berhasil menyelesaikannya dengan dibantu Pemerintah Indonesia.
Menepati janji yang pernah dikeluarkan. Jika saat itu Djohar menepati janjinya, mungkin konflik ini tidak akan terjadi. Setelah konflik ini, saya yakin beliau akan amanah.
Jangan egois dan jangan menganggap diri adalah superman. Tidak keras kepala adalah solusi paling tepat untuk lepas dari konflik. Dan jangan sampai kita merasa diri kita super. Jangan sombong pada intinya.
Menerima saran dan kritik dengan lapang dada. Tidak marah atau kesal ketika dikritik, peduli terhadap saran. Maka, diri kita akan maju, sehingga PSSI ada pada jalan yang tepat, dan Indonesia jugalah yang akan merasakan manfaatnya.
Jadi, tambahan dari saya adalah konflik selalu ada di bumi atau dikehidupan ini, jadi jangan kamu membuat konflik, karena konflik selalu ada. Jika sudah terjadi konflik , maka tanggung jawablah karena kesalahan di buat oleh diri sendiri, tidak boleh kabur dari konflik atau masalah itu. "Maka TANGGUNG JAWAB"