1.KONFLIK
A.Pengertian
Konflik.
Konflik
berasal dari kata kerja latin configere yang berarti saling memukul.
Secara
sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau
lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak
lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
B.Faktor2
penyebab konflik
• Perbedaan individu,
yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
• Perbedaan latar
belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
• Perbedaan kepentingan
antara individu atau kelompok.
C.Akibat Konflik
• Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok
(ingroup) yang mengalami konflk dengan kelompok lain.
• Keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.
• Perubahan kepribadian pada individu, misalnya
timbulnya rasa dendam,- benci, saling curiga dll.
• Kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.
• Dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak
yang terlibat dalam konflik.
D.Manajemen Konflik
Organisasi merupakan tempat manusia berinteraksi
yang mempunyai kemungkinan terjadinya suatu konflik, konflik ini bisa
berhubungan dengan perasaan termasuk perasaan yang diabaikan, tidak dihargai,
atau beban berlebihan dan perasan individu yang menimbulkan suatu titik
kemarahan.
Dahulu konflik dianggap sebagai sesuatu yang
berbau negatif sehingga cara mengelolahnya pun bermula dari yang sederhana
seperti dan membiarkan saja sampai yang bersifat ekstrim yaitu berusaha
menghilangkan sampai ke keakar-akarnya (gillies, 1994).
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan
ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatuinteraksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri
fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.
Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik
merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak
pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat
lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu
sendiri
Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah
mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya,
konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
E. Penyelesaian
konflik
Usaha manusia untuk meredakan pertikaian atau
konflik dalam mencapai kestabilan dinamakan “akomodasi”. Pihak-pihak yang
berkonflik kemudian saling menyesuaikan diri pada keadaan tersebut dengan cara
bekerja sama. Bentuk-bentuk akomodasi :
1. Gencatan senjata,
yaitu penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu, guna melakukan suatu
pekerjaan tertentu yang tidak boleh diganggu. Misalnya : untuk melakukan
perawatan bagi yang luka-luka, mengubur yang tewas, atau mengadakan perundingan
perdamaian, merayakan hari suci keagamaan, dan lain-lain.
2. Abitrasi, yaitu suatu perselisihan yang langsung
dihentikan oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan diterima serta
ditaati oleh kedua belah pihak. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan
berulangkali di mana saja dalam masyarakat, bersifat spontan dan informal. Jika
pihak ketiga tidak bisa dipilih maka pemerintah biasanya menunjuk pengadilan.
3. Mediasi,
yaitu penghentian pertikaian oleh pihak ketiga tetapi tidak diberikan keputusan
yang mengikat. Contoh : PBB membantu menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dengan Belanda.
4. Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan
pihak-pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama.
Misalnya : Panitia tetap penyelesaikan perburuhan yang dibentuk Departemeapai
kestabilan n Tenaga Kerja. Bertugas menyelesaikan persoalan upah, jam kerja, kesejahteraan
buruh, hari-hari libur, dan lain-lain.
5. Stalemate, yaitu keadaan ketika kedua belah pihak yang
bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, lalu berhenti pada suatu titik
tidak saling menyerang. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak
mungkin lagi untuk maju atau mundur. Sebagai contoh : adu senjata antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada masa Perang dingin.
6. Adjudication (ajudikasi), yaitu penyelesaian perkara atau sengketa
di pengadilan.
Adapun cara-cara yang lain untuk memecahkan konflik adalah :
1. Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang
terlibat di dalam konflik, yang diungkapkan dengan ucapan antara lain :
kami mengalah, kami keluar, dan sebagainya.
2. Subjugation atau domination, yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan
terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya. Sudah barang
tentu cara ini bukan suatu cara pemecahan yang memuaskan bagi pihak-pihak yang
terlibat.
3. Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan melalui voting untuk
mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4. Minority consent, yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh
kelompok minoritas. Kelompok minoritas sama sekali tidak merasa dikalahkan dan
sepakat untuk melakukan kerja sama dengan kelompokmayoritas.
6. Integrasi, yaitu mendiskusikan, menelaah, dan
mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan
yang memaksa semua pihak.
2.NEGOSIASI
Negosiasi adalah cara
yang paling efektif untuk mengatasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan
kepentingan. Sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak - pihak yang terlibat
berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan.Dari
beberapa definisi yang diungkapkan oleh para ahli dapat disimpulkan, Negosiasi
adalah suatu upaya yang dilakukan antara pihak-pihak yang berkonflik dengan
maksud untuk mencari jalan keluar untuk menyelesaikan pertentangan yang sesuai
kesepakatan bersama.
A. Persiapan
langkah- langkah egosiasi
Langkah pertama dalam melakukan negosiasi
adalah langkah persiapan.
B. Pembukaan
Mengawali sebuah negosiasi tidaklah semudah yang
kita bayangkan. Kita harus mampu menciptakan atmosfir atau suasana yang tepat
sebelum proses negosiasi dimulai.
C. Memulai proses negosiasi
Langkah selanjutnya dalam memulai proses
negosiasi adalah menyampaikan (proposing) apa yang menjadi keinginan atau
tuntutan kita.
D. Membangun Kesepakatan
Babak terakhir dalam proses negosiasi adalah
membangun kesepakatan dan menutup negosiasi.Memulai proses negosiasi,tunggu saat yang tepat bagi
kedua pihak untuk memulai pembicaraan pada materi pokok negosiasi.Sampaikan
pokok-pokok keinginan atau tuntutan pihak anda secara jelas, singkat dan penuh
percaya diri.
• Tekankan bahwa anda atau
organisasi anda berkeinginan untuk mencapai suatu kesepakatan dengan mereka.Sediakan ruang untuk manuver atau
tawar-menawar dalam negosiasi, jangan membuat hanya dua pilihan ya atau tidak.
E.Membangun Kesepakatan
Babak terakhir dalam
proses negosiasi adalah membangun kesepakatan dan menutup negosiasi.
Kesepakatan harus dibangun dari keinginan atau niat dari kedua belah pihak,
sehingga kita tidak bertepuk sebelah tangan.
6.Jenis-jenis Negosiasi
a.Negosiasi Menang
kalah(win-lose)
b.Negosiasi menang
menang(win-win)
Analisis Konflik konflik yang ada di PSSI waktu itu.
Padahal organisasi yang sebesar itu bernaung langsung dibawah pimpinan Indonesia dan organisasi sepakbola dunia, yaitu FIFA (Federation International Football Asosiation). Akan tetapi organisasi ini tidak menunjukan kinerja yang baik dimata masyarakan Indonesia sendiri bahkan dimata dunia.
Hal utama yang menyebabkan organisasi ini gagal dan boleh dibilang kacau dikarenakan oleh pemimpin organisasi PSSI, yaitu Nurdin Khalid yang telah gagal dalam memimpin dan mengelola organisasi ini. Sudah banyak kasus yang menimpa ketua umum organisasi ini, yang paling utama adalah kasus korupsi yang Ia lakukan terhadap dana-dana yang harusnya di alokasikan untuk kemajuan sepakbola di negeri kita ini, tetapi malah dimasukan dalam rekening gembung miliknya, dan itu sebagai bukti dia pernah dinyatakan sebagai terpidana atas kasus korupsi dalam PSSI. Dan akibat dari kegagalan itu FIFA melayangkan surat penurunan kepana Nurdin Khalid untuk meninggalkan kursi singgasananya sebagai ketua PSSI, akan tetapi Nurdin Khalid malah menutupi surat yang dilayangkan FIFA itu dari publik.
Namun pada akhirnya setelah Nurdin Khalid meniggalkan kekuasaannya, kisruh dalam PSSI tidak selesai sampai disitu saja. Perlu sekurang lebihnya 5 sampai 7 kali pemilihan ulang ketua umum PSSI. Namun pada akhirnya Djohar Arifin pun menempati posisi yang telah ditinggalkan oleh Nurdin Khalid di organisasi PSSI.
Masalah di organisasi PSSI tidak lagi sampai setelah penyelesaian pemilihan. Djohar melupakan janji dia ketika ia belum jadi Ketua Umum, dia menaikan tim-tim yang harusnya ada di Divisi Utama, sehingga hampir semua tim di kasta Indonesia Super League tidak terima dan menentang. Sehingga Djohar Arifin membuat Liga baru dengan nama Indonesia Primere League, yang berisikan tim-tim berbayar.
Analisa
Analisa
Analisa yang saya ambil adalah konflik setelah pemilihan.
Permasalahan dan konflik yang ada di PSSI Djohar Arifin menurut saya dikarenakan ke egoisan di setiap kepala yang berurusan. Dan juga dikarenakan Djohar yang tidak menepati janji, dan hanya memikirkan kepentingan kelompoknya. Kemudian ia melupakan orang-orang yang mendukungnya dan memilihnya. Sehingga kepemimpinan Djohar Arifin dicekal oleh orang-orang penting di persepakbolaan Indonesia.
Solusi
- Mengeluarkan dan membicarakan permasalahan bersama-sama orang-orang yang ada di persepakbolaan Indonesia. Musyawaran antara pihak ISL dan IPL.
- Bersedia menjadi pengalah yang baik, benar, dan tepat. Saat ini permasalahan PSSI sudah selesai, pada akhirnya yang salah mengalah, yaitu Djohar Arifin. Namun ia tetap menjadi ketua dengan anggota-anggota dari pihak ISL.
- Berbuat kebaikan kepada sesama manusia yang ada di PSSI. Karena Djohar mengakui kesalahan, Djohar tetap diberi amanah untuk menjadi Ketum PSSI dengan anggota-anggota yang tepat.
- Menyelesaikan tugas dalam satu saat. Jangan sampai masalah internal PSSI berlarut-larut, walaupun sering dapat ancaman dari FIFA tetapi PSSI berhasil menyelesaikannya dengan dibantu Pemerintah Indonesia.
- Menepati janji yang pernah dikeluarkan. Jika saat itu Djohar menepati janjinya, mungkin konflik ini tidak akan terjadi. Setelah konflik ini, saya yakin beliau akan amanah.
- Jangan egois dan jangan menganggap diri adalah superman. Tidak keras kepala adalah solusi paling tepat untuk lepas dari konflik. Dan jangan sampai kita merasa diri kita super. Jangan sombong pada intinya.
- Menerima saran dan kritik dengan lapang dada. Tidak marah atau kesal ketika dikritik, peduli terhadap saran. Maka, diri kita akan maju, sehingga PSSI ada pada jalan yang tepat, dan Indonesia jugalah yang akan merasakan manfaatnya.
Jadi, tambahan dari saya adalah konflik selalu ada di bumi atau dikehidupan ini, jadi jangan kamu membuat konflik, karena konflik selalu ada. Jika sudah terjadi konflik , maka tanggung jawablah karena kesalahan di buat oleh diri sendiri, tidak boleh kabur dari konflik atau masalah itu. "Maka TANGGUNG JAWAB"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar