Minggu, 08 Mei 2016

Konflik Manajemen dan Negosiasi


1.KONFLIK
Image result for konflik manajemen
A.Pengertian Konflik.
Konflik berasal dari kata kerja latin configere yang berarti saling memukul.
Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
B.Faktor2 penyebab konflik
•      Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
•      Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
•      Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
•      Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
C.Akibat Konflik
•                Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflk dengan kelompok lain.
•      Keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.
•      Perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam,- benci, saling curiga dll.
•      Kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.
•      Dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

 D.Manajemen Konflik
Organisasi merupakan tempat manusia berinteraksi yang mempunyai kemungkinan terjadinya suatu konflik, konflik ini bisa berhubungan dengan perasaan termasuk perasaan yang diabaikan, tidak dihargai, atau beban berlebihan dan perasan individu yang menimbulkan suatu titik kemarahan.
Dahulu konflik dianggap sebagai sesuatu yang berbau negatif sehingga cara mengelolahnya pun bermula dari yang sederhana seperti dan membiarkan saja sampai yang bersifat ekstrim yaitu berusaha menghilangkan sampai ke keakar-akarnya (gillies, 1994).
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatuinteraksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri
Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
E.      Penyelesaian konflik
Usaha manusia untuk meredakan pertikaian atau konflik dalam mencapai kestabilan dinamakan “akomodasi”. Pihak-pihak yang berkonflik kemudian saling menyesuaikan diri pada keadaan tersebut dengan cara bekerja sama. Bentuk-bentuk akomodasi :
1. Gencatan senjata, yaitu penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu, guna melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh diganggu. Misalnya : untuk melakukan perawatan bagi yang luka-luka, mengubur yang tewas, atau mengadakan perundingan perdamaian, merayakan hari suci keagamaan, dan lain-lain.
2. Abitrasi, yaitu suatu perselisihan yang langsung dihentikan oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan diterima serta ditaati oleh kedua belah pihak. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan berulangkali di mana saja dalam masyarakat, bersifat spontan dan informal. Jika pihak ketiga tidak bisa dipilih maka pemerintah biasanya menunjuk pengadilan.
3. Mediasi, yaitu penghentian pertikaian oleh pihak ketiga tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Contoh : PBB membantu menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dengan Belanda.
4. Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama. Misalnya : Panitia tetap penyelesaikan perburuhan yang dibentuk Departemeapai kestabilan n Tenaga Kerja. Bertugas menyelesaikan persoalan upah, jam kerja, kesejahteraan buruh, hari-hari libur, dan lain-lain.
5. Stalemate, yaitu keadaan ketika kedua belah pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, lalu berhenti pada suatu titik tidak saling menyerang. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur. Sebagai contoh : adu senjata antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada masa Perang dingin.
6. Adjudication (ajudikasi), yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
Adapun cara-cara yang lain untuk memecahkan konflik adalah :
1. Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik, yang diungkapkan dengan ucapan antara lain : kami mengalah, kami keluar, dan sebagainya.
2. Subjugation atau domination, yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya. Sudah barang tentu cara ini bukan suatu cara pemecahan yang memuaskan bagi pihak-pihak yang terlibat.
3. Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan melalui voting untuk mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4. Minority consent, yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh kelompok minoritas. Kelompok minoritas sama sekali tidak merasa dikalahkan dan sepakat untuk melakukan kerja sama dengan kelompokmayoritas.
5. Kompromi, yaitu jalan tengah yang dicapai oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamkonflik.
6. Integrasi, yaitu mendiskusikan, menelaah, dan mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua pihak.
2.NEGOSIASI

     
Image result for negotiation

Negosiasi adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan kepentingan. Sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak - pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan.Dari beberapa definisi yang diungkapkan oleh para ahli dapat disimpulkan, Negosiasi adalah suatu upaya yang dilakukan antara pihak-pihak yang berkonflik dengan maksud untuk mencari jalan keluar untuk menyelesaikan pertentangan yang sesuai kesepakatan bersama.
 A. Persiapan
langkah- langkah egosiasi 
 Langkah pertama dalam melakukan negosiasi adalah langkah persiapan.
B. Pembukaan
Mengawali sebuah negosiasi tidaklah semudah yang kita bayangkan. Kita harus mampu menciptakan atmosfir atau suasana yang tepat sebelum proses negosiasi dimulai. 
C. Memulai proses negosiasi
Langkah selanjutnya dalam memulai proses negosiasi adalah menyampaikan (proposing) apa yang menjadi keinginan atau tuntutan kita.
D. Membangun Kesepakatan
Babak terakhir dalam proses negosiasi adalah membangun kesepakatan dan menutup negosiasi.Memulai proses negosiasi,tunggu saat yang tepat bagi kedua pihak untuk memulai pembicaraan pada materi pokok negosiasi.Sampaikan pokok-pokok keinginan atau tuntutan pihak anda secara jelas, singkat dan penuh percaya diri.
•      Tekankan bahwa anda atau organisasi anda berkeinginan untuk mencapai suatu kesepakatan dengan mereka.Sediakan ruang untuk manuver atau tawar-menawar dalam negosiasi, jangan membuat hanya dua pilihan ya atau tidak.
E.Membangun Kesepakatan
Babak terakhir dalam proses negosiasi adalah membangun kesepakatan dan menutup negosiasi. Kesepakatan harus dibangun dari keinginan atau niat dari kedua belah pihak, sehingga kita tidak bertepuk sebelah tangan.
6.Jenis-jenis Negosiasi
a.Negosiasi Menang kalah(win-lose)
b.Negosiasi menang menang(win-win)


Analisis Konflik  konflik yang ada di PSSI waktu itu.



Padahal organisasi yang sebesar itu bernaung langsung dibawah pimpinan Indonesia dan organisasi sepakbola dunia, yaitu FIFA (Federation International Football Asosiation). Akan tetapi organisasi ini tidak menunjukan kinerja yang baik dimata masyarakan Indonesia sendiri bahkan dimata dunia.
Hal utama yang menyebabkan organisasi ini gagal dan boleh dibilang kacau dikarenakan oleh pemimpin organisasi PSSI, yaitu Nurdin Khalid yang telah gagal dalam memimpin dan mengelola organisasi ini. Sudah banyak kasus yang menimpa ketua umum organisasi ini, yang paling utama adalah kasus korupsi yang Ia lakukan terhadap dana-dana yang harusnya di alokasikan untuk kemajuan sepakbola di negeri kita ini, tetapi malah dimasukan dalam rekening gembung miliknya, dan itu sebagai bukti dia pernah dinyatakan sebagai terpidana atas kasus korupsi dalam PSSI. Dan akibat dari kegagalan itu FIFA melayangkan surat penurunan kepana Nurdin Khalid untuk meninggalkan kursi singgasananya sebagai ketua PSSI, akan tetapi Nurdin Khalid malah menutupi surat yang dilayangkan FIFA itu dari publik.
Namun pada akhirnya setelah Nurdin Khalid meniggalkan kekuasaannya, kisruh dalam PSSI tidak selesai sampai disitu saja. Perlu sekurang lebihnya 5 sampai 7 kali pemilihan ulang ketua umum PSSI. Namun pada akhirnya Djohar Arifin pun menempati posisi yang telah ditinggalkan oleh Nurdin Khalid di organisasi PSSI.
Masalah di organisasi PSSI tidak lagi sampai setelah penyelesaian pemilihan. Djohar melupakan janji dia ketika ia belum jadi Ketua Umum, dia menaikan tim-tim yang harusnya ada di Divisi Utama, sehingga hampir semua tim di kasta Indonesia Super League tidak terima dan menentang. Sehingga Djohar Arifin membuat Liga baru dengan nama Indonesia Primere League, yang berisikan tim-tim berbayar. 

Analisa
Analisa yang saya ambil adalah konflik setelah pemilihan.
Permasalahan dan konflik yang ada di PSSI Djohar Arifin menurut saya dikarenakan ke egoisan di setiap kepala yang berurusan. Dan juga dikarenakan Djohar yang tidak menepati janji, dan hanya memikirkan kepentingan kelompoknya. Kemudian ia melupakan orang-orang yang mendukungnya dan memilihnya. Sehingga kepemimpinan Djohar Arifin dicekal oleh orang-orang penting di persepakbolaan Indonesia.

Solusi 
  • Mengeluarkan dan membicarakan permasalahan bersama-sama orang-orang yang ada di persepakbolaan Indonesia. Musyawaran antara pihak ISL dan IPL. 
  • Bersedia menjadi pengalah yang baik, benar, dan tepat. Saat ini permasalahan PSSI sudah selesai, pada akhirnya yang salah mengalah, yaitu Djohar Arifin. Namun ia tetap menjadi ketua dengan anggota-anggota dari pihak ISL. 
  • Berbuat kebaikan kepada sesama manusia yang ada di PSSI. Karena Djohar mengakui kesalahan, Djohar tetap diberi amanah untuk menjadi Ketum PSSI dengan anggota-anggota yang tepat. 
  • Menyelesaikan tugas dalam satu saat. Jangan sampai masalah internal PSSI berlarut-larut, walaupun sering dapat ancaman dari FIFA tetapi PSSI berhasil menyelesaikannya dengan dibantu Pemerintah Indonesia. 
  • Menepati janji yang pernah dikeluarkan. Jika saat itu Djohar menepati janjinya, mungkin konflik ini tidak akan terjadi. Setelah konflik ini, saya yakin beliau akan amanah. 
  • Jangan egois dan jangan menganggap diri adalah superman. Tidak keras kepala adalah solusi paling tepat untuk lepas dari konflik. Dan jangan sampai kita merasa diri kita super. Jangan sombong pada intinya. 
  • Menerima saran dan kritik dengan lapang dada. Tidak marah atau kesal ketika dikritik, peduli terhadap saran. Maka, diri kita akan maju, sehingga PSSI ada pada jalan yang tepat, dan Indonesia jugalah yang akan merasakan manfaatnya.
Jadi, tambahan dari saya adalah konflik selalu ada di bumi atau dikehidupan ini, jadi jangan kamu membuat konflik, karena konflik selalu ada. Jika sudah terjadi konflik , maka tanggung jawablah karena kesalahan di buat oleh diri sendiri, tidak boleh kabur dari konflik atau masalah itu.  "Maka TANGGUNG JAWAB"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar