KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberi kesempatan kepada kami. Sehingga makalah yang berjudul PT. BMW ini selesai. Shalawat dan salam kita junjungkan keharibaan Nabi Besar Muhammad SAW. yang telah membawa kita dari alam jahilyah ke alam yang penuh ilmu pengetahuan.
Pada kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dosen Pembimbing serta semua pihak yang telah membantu penyelesaian makalah ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Demikian pengantar yang dapat kami sampaikan dimana kami pun sadar bahwasannya kami hanya lah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedang kan kesempurnaan hanya milik Tuhan, hingga dalam penulisan dan penyusunannya masih jauh dari kata sempurna.
Akhirnya kami hanya bisa berharap,bahwa dibalik ketidak sempurnaan penulisan dan penyusunan makalah ini adalah ditemukan sesuatu yang dapat memberikan manfaat atau bahkan hikmah bagi kami sendiri, pembaca dan bagi seluruh mahasiswa/i. amin…
Jakarta, 7April 2016
Penulis
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bayerische Motoren Werke AG (BMW) yang dalam bahasa Inggris Bavarian Motor Works adalah produsen manufaktur otomotif baik kendaraan roda 2 maupun kendaraan roda 4 yang berasal dari Jerman. BMW pertama kali berdiri pada tahun 1916, terkenal dengan segmentasi produk yang identik dengan kemewahan serta fasilitas canggihnya. Mereka juga merupakan perusahaan yang memproduksi merek dagang MINI, dan merupakan perusahaan induk dari Rolls-Royce Motor . Awal mula berdirinya BMW yaitu pada saat setelah era Perang Dunia I, BMW diharuskan dan dibatasi ruang lingkup produksinya hanya untuk menjadi produsen mesin pesawat sesuai dengan perjanjian Versailles yang dikenakan oleh dunia internasional terhadap Jerman. Perusahaan tersebut memulai debutnya dalam memproduksi produk otomotif pada 1923 setelah perjanjian Versailles ditarik dan telah dicabut, hal tersebut diikuti dengan produk kendaraan roda 4 pada tahun 1928.
Pada logo BMW sendiri memiliki makna sebagai berikut. Bentuk
lingkaran biru dan putih pada logo, memiliki makna berupa wujud bentuk mesin
baling-baling pesawat terbang, mengacu pada bentuk kipas yang bekerja dengan
cara memutar dan membelah udara di sekitarnya dan baling-baling pesawat terbang
menyapu udara biru dan di interpretasikan oleh BMW serta diadopsi pada tahun
1929, tepatnya 12 tahun lamanya semenjak logo dan lambang tersebut diciptakan
dan lahir secara publikasi.
Faktanya logo tersebut mengalami evolusi sebagai logo perusahaan
Motorenwerke , semenjak saat itu perusahaan BMW berkembang dengan pesat.
Logonya itu sendiri merupakan kombinasi antara warna biru dan putih yang
merupakan lambang atau logo dari Bavaria yang telah menghasilkan suatu impresi
dari lambang atau logo dari perusahaan otomotif BMW . Logo tersebut telah
bertahan hingga saat ini. Makna dari logo yang bertahan sekian lama ini
menimbulkan nilai jual serta gengsi di tengah – tengah konsumennya serta
karyawan perusahaan BMW sendiri.
Hasil mesin dari produsen BMW pertama yang sangat signifikan
adalah merupakan mesin pesawat yaitu seri BMW IIIa enam silinder segaris dengan
menggunakan pendingin air pada tahun 1918, memiliki keunggulan pada ketinggian
terbang yang sangat handal. Dengan prosesi atau era dipersenjatainya kembali
Jerman pada tahun 1930, perusahaan kembali menghasilkan mesin pesawat untuk
Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe). Di tengah – tengah era keberhasilan pada
perang dunia II terdapat beberapa jenis mesin yaitu BMW 132 dan BMW 801 yang
berpendingin udara dengan bahan komposit radial, dan merupakan masa – masa awal
perancangan mesin BMW 003 dengan system axial Flow dari jenis turbojet, dimana
hanya dipergunakan pada beberapa jenis produk saja. Sedangkan pada era 1944 –
1945 yang merupakan era mesin pesawat jet, pada pesawat tempur Angkatan Udara Jerman
Heinkel He 162 Salamander, dan diuji pada versi A-1b yang merupakan pesawat jet
tempur pertama milik Angkatan Udara Jerman yaitu, Messerschmitt Me 262 .
Pada tahun 1959 divisi otomotif BMW mengalami masa – masa sulit
secara keuangan serta beberapa kali diadakan pertemuan dan rapat untuk
mengadakan koordinasi apakah diperlukan secara luas untuk melakukan likuidasi
pada perusahaan. Pada fase ini juga diputuskan apakah perusahaan akan
dilanjutkan atau dilemparkan kepada masyarakat untuk dapat membeli sejumlah
sahamnya. Keadaan tersebut membuat beberapa competitor perusahaan manufaktur
selain BMW berhasil dan melengggang dengan bebas di pasaran, sedangkan BMW saat
itu tengah berbenah untuk masalah internalnya. Perusahaan yang menjadi
competitor BMW tersebut adalah merupakan perusahaan manufaktur yang pernah
memproduksi pesawat terbang dalam hal ini yaitu Messerschmitt dan Heinkel.
Di lain pihak dan bidang, salah satu perusahaan kecil di Italia
telah berhasil membawa rancangan mesin sepeda motor milik BMW dan telah
menjadikannya sebagai produksi masal. Dengan dibeli dan diambil alihnya
rancangan tersebut telah memberikan suntikan dana sehingga perusahaan kembali
dapat berdiri dengan tegak kembali di atas kaki mereka kembali. Pihak yang
telah mendominasi kepemilikan saham pada BMW sejak tahun 1959 adalah keluarga
Quandt. Mereka menguasai saham sekitar 46% sedangkan sisanya dimiliki oleh
publik.
Sedangkan di Indonesia sendiri BMW pertama kali menginjakkan
kakinya pada tahun 1976. Pada masa pertama kali tersebut BMW datang dengan
menggandeng mitra lokalnya yaitu PT Tjahya Sakti Motor yang juga merupakan
rekanan atau anak perusahaan dari PT Astra International Tbk. Sektor bisnis
yang mereka jalankan adalah menyediakan serta melakukan saluran pendistribusian
produk otomotif roda 4 dari BMW secara Completely Built Up (CBU) atau
Completely Knocked Down (CKD) . Pada gambar di atas adalah salah satu kantor
pusat BMW Indonesia pada Wisma GKBI Jalan Jenderal Sudirman. Kemasan mewah,
moderen, canggih melekat pada merek BMW baik produk, kantor pusat, pelayanan
dan lain sebagainya.
Pada tahun 1992, BMW telah merealisasi dalam mendirikan pusat
industri otomotif di Negara bagian California di Amerika Serikat dengan biro
perancangannya yang bernama DesignworksUSA, dan beroperasi secara menyeluruh
dan penuh pada tahun 1995. Pada tahun 1994, BMW membeli saham dari British
Rover Group (merupakan agen tunggal serta produsen khusus merek otomotif Rover,
Land Rover, MG serta Austin n’ Morris), dan BMW memiliki itu semua selama 6
tahun. Namun pada tahun 2000, merek dagang Rover mengalami kerugian besar dan
BMW menjual sebagian dari saham merek Rover. Merek dagang MG dan Rover brands
dijual pada konsorsium Phoenix yang akhirnya menghasilkan merek dagang MG
Rover, sementara itu Land Rover diambil alih oleh Ford. BMW akhirnya hanya
memiliki hak dan konsentrasi produksi pada merek otomotif MINI, dan dilempar ke
pasaran pada tahun 2001.
Kepala designer Chris Bangle mengumumkan hal tersebut atas nama
BMW setelah menghabiskan waktu dan karirnya bersama dengan tim designer selama
hampir 17 tahun lamanya. Ia akan digantikan oleh Adrian van Hooydonk, yang juga
merupakan tangan kanan Chris Bangle. Bangle terkenal sekali dengan hasil
rancangannya yang agak ekstrim, yaitu BMW seri 7 tahun 2002 dan BMW Z4 tahun
2002.
Generasi baru dan produksi besar dari tiap model BMW berupa jenis sedan kompak dan coupe dimulai pada tahun 1962 mencapai hingga 1500 unit terus berlanjut hingga tahun 1977 berhenti pada angka 2002 unit. Dirancang khusus oleh BMW unutk menunjukkan secara perdana pada publik dan konsumen mengenai mesin 4 silinder mereka yang dipasang pada model mesin M10. model dan kelas kelas baru ini dilengkapi oleh suspensi yang sifatnya independen, yaitu MacPherson struts pada bagian depan, dan pada bagian depan juga sudah dilengkapi oleh rem piringan atau cakram. Identik sekali dengan jenis sedan keluarga 4 pintu dan coupe dua pintu. Jajaran model – model baru ini juga dtambahi dengan sedan sport 2 pintu. Model – model inilah yang akan menjadi BMW seri 3 yang sangat terkenal saat ini, kesuksesan pada model 2 pintu inilah membuat beberapa bengkel – bengkel yang berspesialisasi pada peningkatan performa kendaraan menjadi sangat berantusias.
Generasi baru dan produksi besar dari tiap model BMW berupa jenis sedan kompak dan coupe dimulai pada tahun 1962 mencapai hingga 1500 unit terus berlanjut hingga tahun 1977 berhenti pada angka 2002 unit. Dirancang khusus oleh BMW unutk menunjukkan secara perdana pada publik dan konsumen mengenai mesin 4 silinder mereka yang dipasang pada model mesin M10. model dan kelas kelas baru ini dilengkapi oleh suspensi yang sifatnya independen, yaitu MacPherson struts pada bagian depan, dan pada bagian depan juga sudah dilengkapi oleh rem piringan atau cakram. Identik sekali dengan jenis sedan keluarga 4 pintu dan coupe dua pintu. Jajaran model – model baru ini juga dtambahi dengan sedan sport 2 pintu. Model – model inilah yang akan menjadi BMW seri 3 yang sangat terkenal saat ini, kesuksesan pada model 2 pintu inilah membuat beberapa bengkel – bengkel yang berspesialisasi pada peningkatan performa kendaraan menjadi sangat berantusias.
1.1.1 Vision and Mission BMW
Vision BMW
Visi sendiri adalah representasi dari keyakinan organisasi atau
perusahaan tentang bagaimana kemajuan dari organisasi atau perusahaan di masa
yang akan datang. Hal tersebut selalu memiliki keterkaitan bagaimana pelanggan
atau konsumen, karyawan dari organisasi atau perusahaan tersebut, pemilik serta
pihak – pihak terkait lainnya dalam memandang perusahaan atau organisasi
terkait .
Menyangkut mengenai visi dari BMW adalah bagaimana perusahaan
merumuskan visi mereka dalam sepak terjang dalam bisnis otomotif di dunia atau
internasional. Adapun visi dari BMW adalah sebagai berikut
a) Memperkuat citra merek BMW (Strong BMW Brand Image)
b) Perusahaan terbaik untuk mengembangkan karir (Best Company To
Work For)
c) Profitabilitas (Profitabillity)
Melihat dari perumusan visi dari BMW di atas kita dapat
menyimpulkan bahwa BMW cukup handal dan tepat sasaran dalam merumuskan visi
dari perusahaan atau organisasi mereka. Tujuannya jelas image yang khas dari
merek mereka yang bersifat segmentasi khusus terhadap lapisan – lapisan
konsumen tertentu. Serta mereka pun tak lupa menyertakan perusahaan mereka yang
terbaik untuk setiap karyawannya atau sdm lainnya dari luar perusahaan yang
akan diberikan kesempatana untuk menjadi yang terbaik bersama perusahaan
mereka. Yang terakhir mereka juga merumuskan bahwa mereka juga tetap memiliki
visi yang tentunya menjadi hal yang umum pada tiap perusahaan dalam sektor
bisnis yaitu keuntungan atau profit
.To become most successful Premium Manufactured in the Car
Industry
Mission BMW
Misi sendiri adalah
pernyataan yang sifatnya komprehensif mengenai konsep organisasi atau
perusahaan, sifat bisnisnya, alasannya, pihak – pihak yang dilayani atau
konsumen, prinsip dan nilai – nilai yang menjadi panduan bai perusahaan atau
organisasi dalam menjalankan bisnisnya . Berdasarkan teori ini penulis
memperkuatnya dengan konsepsi serta perumusan misi dari pihak lainnya. Misi
adalah tujuan atau tugas dan nilai guna dari perusahaan terhadap konsumennya.
Hal tersebut juga didasari oleh pemikiran dari pendiri utama perusahaan pada awalnya
. Adapun misi dari BMW adalah sebagai berikut ini :
a) Kepuasan pelanggan
(Customer Satisfaction)
b) Pengenalan produk
baru (New Models Introduction)
c) Jaringan dealer
yang kuat (Strong Dealership Network)
Melihat berdasarkan perumusan misi di atas adalah bagaimana BMW secara komitmen dalam menjalankan tugasnya sebagai ATPM pada produk otomotif BMW bagaimana memberikan pelayanan yang dapat memberikan suatu kepuasan terhadap pelanggan atau konsumen. BMW juga memiliki komitmen dalam memberikan pengenalan terhadap produk – produk baru yang mereka hasilkan. Serta dilengkapi dengan jaringan bengkel pada merek dagang mereka yang kuat tentunya dapat mencapai titik atau point dari Service Excellency.
Melihat berdasarkan perumusan misi di atas adalah bagaimana BMW secara komitmen dalam menjalankan tugasnya sebagai ATPM pada produk otomotif BMW bagaimana memberikan pelayanan yang dapat memberikan suatu kepuasan terhadap pelanggan atau konsumen. BMW juga memiliki komitmen dalam memberikan pengenalan terhadap produk – produk baru yang mereka hasilkan. Serta dilengkapi dengan jaringan bengkel pada merek dagang mereka yang kuat tentunya dapat mencapai titik atau point dari Service Excellency.
The
BMW Group is the world’s leading provider of Premium Products and Premium
service for Individual mobility.
1.1.2 Rumusan masalah
1.1.2 Tujuan Perusahaan
1.1.2 Rumusan masalah
- Apa tujuan dari perusahaan BMW?
- Bagaimana tujuan PT. BMW?
- Kapan BMW seri 3 diproduksi pertama kali?
- siapa saja persaingan industri antar perusahaan dengan BMW?
- Dimana saja cabang perusahaan BMW?
- Kenapa BMW ingin menjadi penguasa pasar merek premium pada bisnis otomotif?
1.1.2 Tujuan Perusahaan
Tujuan dari
perencanaan strategis ini adalah agar dapat membuat BMW menjadi penguasa pasar
merek premium pada bisnis otomotif. Adapun tujuan dari BMW sendiri menurut
penulis adalah sebagai berikut ini :
a) Menjadi penguasa pasar pada bisnis otomotif
b) Menghasilkan suatu produk otomotif yang modern
c) Menghasilkan produk otomotif yang dapat meningkatkan
nilai “gengsi” konsumennya
d) Menyediakan layanan purna jual yang prima
e) Memberikan pelayanan konsumen yang bersifat “Service
Excellency”
f) Memberikan pelayanan dalam hal suku cadang produk yang selalu
tersedia dimanapun dan kapanpun
g) Memberikan kemudahan bagi konsumen untuk melakukan transaksi
jual beli kendaraannya.
1.1.3
Kinerja Perusahaan
Kinerja sendiri
adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan,
program, kebijaksanaan dalam mencapai sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi
atau perusahaan . Dalam mengukur kinerja haruslah bersifat mudah dan obyektif.
Pelaksanaannya terdapat 3 hal yang menjadi perhatian yaitu : indikator kinerja,
standar kinerja, pengukuran kinerja.
~Indikator Kinerja
Indikator kinerja yang dipergunakan sebagai tolok ukur adalah
yang berhubungan dengan pelaksana, penanggungjawab, serta skala prioritas dan
kepentingan. Penjabarannya adalah sebagai berikut ini :
a) Komitmen pelaksanaan program
b) Skala prioritas mana yang akan didahulukan dan lebih penting
c) Siapa yang akan diberikan otoritas dalam hal ini
penanggungjawab
d) Transparansi dalam evaluasi
Indikator tersebut di atas memiliki beberapa input, output,
proses dan outcome yang akan dijelaskan sekilas. Penjelasannya adalah sebagai
berikut ini :
• Indikator input
• Indikator input
Indikator ini adalah segala sesuatu yang diperlukan agar
kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan data output atau hasil . Dalam hal
ini bagaimana BMW melakukan proses produksi model lalu akan dilihat berapa
kuota yang akan terjual di pasaran serta berapa persen minat konsumen terhadap
model tersebut.
• Indikator output
• Indikator output
Sedangkan indikator ini adalah sesuatu yang merupakan estimasi
seperti yang diharapkan dicapai oleh Perusahaan atau organisasi baik fisik
maupun non fisik . Dalam hal ini bagaimana BMW memberikan bentuk apresiasi atau
penghargaan bagi konsumen setia mereka juga memberikan bentuk pelayanan purna
jual bagi konsumen secara profesional sehingga memberikan kemudahan bagi
konsumen mereka.
• Indikator proses
• Indikator proses
Indikator ini adalah suatu kegiatan perusahaan atau organisasi
yang diharapkan berlangsung pada saat transformasi input menjadi output .
Bentuknya pada analisis BMW adalah dilihat pada saat proses produksi model
hingga tiba di tangan konsumen melalui proses penjualan serta dilengkapi dengan
pelayanan staf perawatan kendaraan, staf proses asuransi kendaraan hingga staf
pelayanan informasi aksesoris terpilih.
• Indikator outcome
Indikator kinerja yang terakhir ini adalah segala sesuatu dapat
memberikan gambaran secara jelas bagimana efek atau dampak yang terlihat dengan
jelas dari data atau hasil yang keluar pada jangka menengah. Hal ini terlihat
dengan banyaknya konsumen yang mempergunakan produk BMW (Kendaraan) di jalan –
jalan.
~ Standar Kinerja
Standar kinerja yang dipergunakan di sini adalah bagaimana BMW
menyikapi beberapa kebijakan manajemen yang mampu mencapai target atau
tujuannya pada sektor bisnis industri otomotif. Perumusan yang paling tepat
pada study kasus di BMW adalah sebagai berikut ini:
a) Segmentasi pasar yang detil
b) Survey atau investigasi pasar dengan detil
c) Period of time dari penerapan strategi dagang yang jelas
d) Proses perbaikan model atau Up Grade
e) Perbaikan pelayanan
~ Pengukuran Kinerja
Dalam melakukan pengukuran kinerja dapat dilakukan beberapa
langkah – langkah strategis. BMW harus mampu membandingkan diri mereka dengan
kompetitor lainnya. Baik secara rancangan model kendaraan, harga, kesetiaan
konsumen. Kondisi keuangan atau profit dan outcome mereka. Langkah – langkah
nyatanya dapat sebagai berikut ini :
a) Melakukan perbandingan keadaan riil dengan standar yang
diharapkan
b) Melakukan perbandingan hasil produksi dengan income atau profit perusahaan pada tahun lalu dengan tahun sekarang
b) Melakukan perbandingan hasil produksi dengan income atau profit perusahaan pada tahun lalu dengan tahun sekarang
c) Melakukan perbandingan dengan melakukan Benchmarking dengan
perusahaan saingan atau kompetitor (Mercedes Benz, Audi, dan lain – lain)
1.1.3.1. Keuangan Perusahaan
BMW Group in figures |
||||||
2006
|
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
Change in %
|
|
Sales volume – Automobiles
|
||||||
BMW
|
1,185,088
|
1,276,793
|
1,202,239
|
1,068,770
|
1,224,280
|
14.6
|
MINI
|
188,077
|
222,875
|
232,425
|
216,538
|
234,175
|
8.1
|
Rolls-Royce
|
805
|
1,010
|
1,212
|
1,002
|
2,711
|
–
|
Total
|
1,373,970
|
1,500,678
|
1,435,876
|
1,286,310
|
1,461,166
|
13.6
|
Financial figures
|
||||||
in euro million
|
||||||
Revenues
|
48,999
|
56,018
|
53,197
|
50,681
|
60,477
|
19.3
|
Capital expenditure
|
4,313
|
4,267
|
4,204
|
3,471
|
3,263
|
-60
|
Depreciation and
amortization
|
3,272
|
3,683
|
3,670
|
3,600
|
3,682
|
2.3
|
Operating cash flow
|
5,373
|
6,246
|
4,471
|
4,921
|
8,150
|
65.6
|
Profit before
financial result
|
4,050
|
4,212
|
921
|
289
|
5,094
|
–
|
Profit before tax
|
4,124
|
3,873
|
351
|
413
|
4,836
|
–
|
Net profit
|
2,874
|
3,134
|
330
|
210
|
3,234
|
–
|
1.1.3.2.
Kinerja Pelanggan (Costumer)
Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000)
adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that customer
display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of
products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”.Pengertian
tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli,
menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang
diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan
kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.
Selain itu perilku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta
(1993) adalah: “Consumer behavior may be defined as the decision
process and physical activity individuals engage in when evaluating,
acquiring, using, or disposing of goods and services”.Dapat dijelaskan
perilaku konsumen saling proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik
individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam
menilai,mendapatkan,menggunakan,atau mengabaikanbarang-barang dan
jasa-jasa.
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika
seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta
pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku
konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan
pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses
pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga
jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan
dengan pertimbangan yang matang.
1.1.3.3 Kinerja Proses
Bisnis Intern (Internal Business Process)
Tempat kerja yang terbuka menggantung di sepanjang dua lantai, seperti air terjun. Badan-badan mobil berjalan di sepanjang jalur, disinari cahaya biru yang sangat lembut. Jika parade mobil setengah jadi melambat, para insinyur akan merasakan perubahan denyut pabrik dan dengan cepat menyelidiki permasalahan yang muncul. Pemeriksaan kualitas secara mingguan di sebuah plaza yang dilalui para pekerja saat menuju tempat makan siang, menjamin semua orang dengan cepat sadar bila ada kesemrawutan produksi. Kombinasi antara kebersamaan dan keterbukaan mencetuskan pertemuan-pertemuan yang terjadi begitu saja di antara para pekerja, insinyur logistik, dan pakar kualitas.
Itulah suasana di pabrik mobil BMW, Jerman. Situasi seperti itu
memberi gambaran bahwa BMW adalah perusahaan otomotif yang paling tidak formal.
Pembeli BMW mungkin tidak tahu bahwa ketika duduk di belakang kemudi, mereka
sedang mengendarai sebuah mesin yang lahir dari ribuan sesi lempar gagasan yang
dilakukan begitu saja. Tidak seperti kebanyakan perusahaan mobil yang kepala
desainnya mendiktekan garis besar rancangan kendaraan kepada para pegawai,
desainer-desainer BMW hanya diberi sasaran secara garis besar. Dan, dari situ
mereka bebas memunculkan konsep terbaik mereka.
Untuk mengoptimalkan potensi karyawan, BMW biasanya menyatukan
para desainer, insinyur, dan ahli pemasaran untuk bekerja secara intensif dalan
sebuah proyek. Rolls-Royce Phantom desain terbaru, misalnya, diberi julukan
“The Bank†karena 10 anggota perancangnya menghabiskan waktu di sebuah
bangunan bank kuno di Marble Arch di London, yang setiap harinya dilewati
banyak mobil Rolls-Royce.
Tapi, tahukah Anda, bahwa kekuatan BMW hingga menjadi produsen
mobil yang paling dikagumi berasal dari keselarasan dengan pekerja yang berakar
pada perjanjian di masa lampau?
Dunia BMW sekarang ini adalah buah perjuangan sejak 1959. Saat
itu perusahaan tersebut hampir bangkrut dan hanya selangkah dari diambil alih
Mercedes. Trauma dari zaman tersebut menjadi momen sangat penting dalam kisah
BMW. Kisah itu diceritakan secara berulang di setiap masa orientasi pegawai
baru pabrik. Jika bukan karena jaminan keluarga Quandt yang kaya –hingga kini
masih menjadi pemegang saham mayoritas dengan 46 persen kepemilikan– dan
perjanjian dengan pekerja untuk mempertahankan perusahaan tetap hidup, BMW
tidak akan ada hari ini.
Kerja keras, kepedulian karyawan, dan iklim berbagi pengetahuan
itulah yang membangkitkan perusahaan ini dari keterpurukan. Pada 1972, jauh
sebelum perusahaan Eropa lain rela membayar lebih kinerja karyawan, perusahaan
Jerman ini telah memberi sebagian keuntungan kepada para karyawan. BMW membuat
rencana, bilamana perusahaan memenuhi target-target finansial, maka akan
membagi tunjangan khusus sebanyak 1,5 bulan gaji di akhir tahun. Sebagai
balasan, para pekerja menjadi lebih komit.
Di masa itu, istilah aset intelektual mungkin belum terdengar.
Akan tetapi, kebijakan BMW yang menempatkan karyawan di atas kepentingan lain
merupakan bukti bahwa sejak dulu perusahaan ini sangat menghargai kontribusi
karyawan. Dari hasil studi yang dilakukan Teleos, terdapat 8 dimesi yang perlu
dikembangkan dalam rangka mewujudkan knowledge enterprise, yang meliputi:
kepemimpinan, budaya perusahaan, iklim berbagi dan berkolaborasi, manajemen
intelektual kapital, manajemen pengetahuan kustomer, pembelajaran organisasi,
inovasi, dan upaya mengubah pengetahuan menjadi nilai bagi perusahaan.
Kedelapan dimensi tersebut lah yang digunakan sebagai kerangka dalam Most
Admired Knowledge Enterprise (MAKE).
Kedelapan dimensi tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat
bagian. Pertama, menjadi knowledge enterprise dimulai dengan membangun
kepemimpinan dan budaya perusahaan yang memacu pertumbuhan pengetahuan. Kedua,
melaksanakan kegiatan knowledge management (KM) untuk menciptakan iklim
kolaborasi dan berbagi pengetahuan. Ketiga, mengaitkan KM dengan realitas
bisnis. Pengetahuan yang langsung berimplikasi terhadap bisnis perusahaan,
antara lain: berinovasi, pembelajaran organisasi, pengelolaan pengetahuan
pelanggan dan stakeholder, serta pengelolaan modal intelektual akan mendorong
perkembangan bisnis dengan menciptakan produk yang dibutuhkan pasar. Di sisi
lain, perusahaan makin berkompeten melalui pembelajaran dan memiliki aset-aset
intelektual yang dibutuhkan dalam bisnis. Dan keempat, KM dalam menciptakan
nilai bagi perusahaan, ditujukan untuk menyelaraskan berbagai inisiatif
terhadap nilai perusahaan. Yang menarik, BMW telah melakukan keempat hal
tersebut jauh sebelum perusahaan lain menyadari pentingnya KM dalam membangun
dan mempertahankan orang-orang terbaik di perusahaan.
Mewujudkan aset pengetahuan dapat dimulai dengan membangun
kepedulian tentang KM dengan cara melakukan assessment terhadap kesiapan
organisasi. Dalam hal ini, assessment dapat dilakukan dengan menggunakan
kerangka MAKE. Setelah itu, dilanjutkan dengan mengikuti MAKE Award. Melalui
ajang bergengsi ini perusahaan dapat melakukan benchmark terhadap penerapan KM
di perusahaan-perusahaan unggul. Berikutnya, melakukan pemetaan dan
identifikasi terhadap aset pengetahuan yang telah dimiliki dan aset pengetahuan
yang harus dimiliki, dilanjutkan dengan mendesain strategi KM.
Dalam membangun perusahaan berbasis pengetahuan, inisiatif KM
harus diselaraskan dengan nilai-nilai perusahaan. Untuk itu diperlukan evaluasi,
coaching dan monitoring, serta perbaikan yang dilakukan secara terus-menerus.
1.1.3.4. Kinerja
Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learning & Growth)
Dalam hal isu – isu strategis perusahaan BMW menghadapi beberapa hal berikut ini yang dapat menjadikan perhatian secara khusus oleh mereka. Isu – isu strategis tersebut adalah sebagai berikut :
a) Teknologi
Konsumsi publik atau masyarakat adalah teknologi kendaraan
terkini. Contohnya adalah hemat dalam konsumsi bahan bakar, mudah perawatan,
ramah lingkungan, serta dilengkapi oleh perangkat keselamatan aktif dan pasif
berikut perangkat keamanan kendaraan dari tangan – tangan jahil. Ini merupakan
perhatian yang sangat khusus harus diperhatikan oleh BMW dalam memproduksi
produk otomotif unggulan.
b) Kualitas produk
Produk mereka harus tetap diproduksi dengan bahan – bahan handal
atau Good Raw Materials. Bagaimana BMW harus mampu tetap mempertahankan.
Sebagai contoh adalah bau khas kabin BMW yang kadang dilengkapi dengan
dashboard dan interior dengan motif kayu (Wood Panels). Serta warna hitam
Sporty yang menimbulkan kesan Adrenaline Rush bagi pengemudi. Melihat hal ini
bagaimana BMW dengan bahan – bahan atau Raw Materials mempertahankan image
merek mereka di tengah – tengah konsumennya atau calon konsumennya. Produk BMW
selalu ditampilkan dengan bahan – bahan berkualitas.
c) Pelayanan
Pelayanan di sini adalah bagaimana setiap sumber daya manusia
yang bekerja di bawah bendera BMW harus mampu untuk memberikan segala upaya,
kemampuan secara profesional untuk memberikan bentuk pelayanan baik informasi,
konsultasi terhadap konsumen BMW. Sebagai contoh pada SDM di divisi pemasaran
harus mampu memberikan informasi yang jelas dan detil terhadap konsumen
sehingga konsumen mengetahui serta mendapatkan jawaban yang mereka inginkan
tentang produk yang mereka inginkan. Begitu juga dengan divisi yang mengurusi
masalah after sales service harus mampu memberikan arahan agar konsumen
mengerti bagaimana merawat produk yang mereka beli dari BMW. Contoh – contoh di
atas merupakan suatu bentuk bagaimana idealnya bagi BMW untuk memberikan
pelayanan yang prima terhadap segementasi pasarnya.
d) Promosi
Promosi adalah bagian dari strategi pemasaran. Namun bentuk
kemasan seperti apa yang menjadi daya tarik dari segmentasi pasar BMW. Program
– program peluncuran perdana satu produk atau rencana peluncuran produk –
produk terbaru dari BMW harus mampu dikemas dalam bentuk yang sangat ekslusif,
artistik, dan menarik. Ekslusif disebabkan karena segmentasi pasar BMW yang
kalangan atas. Artistik dengan tidak pernah melupakan unsur seni dan keindahan
serta harmonisasi dalam produk BMW. Menarik di sini adalah harus mampu melihat
situasi dan kondisi yang beredar di masyarakat. Entah apakah itu turnamen
olahraga atau kondisi lainnya harus mampu dimanfaatkan oleh BMW sesuai dengan
imagenya.
e) Harga produk
BMW idealnya harus mampu menghasilkan produk di tiap kelas
kendaraan. Namun beberapa kelas tidak dimiliki oleh BMW, sepertinya BMW tetap
hanya ingin mempertahankan bentuk dan kelas sedan sebagai Backbone produknya.
Namun dengan adanya produk kendaraan yang dirakit di Indonesia (Completely
Knock Diassembling /CKD) idealnya BMW mampu menurunkan harga jual kendaraan
pada kelas – kelas produk yang mengalami perakitan melalui CKD. Sehingga dengan
turunnya harga tersebut membuat segmentasi pasar atau konsumen BMW menjadi
lebih luas dibandingkan sebelumnya.
1.2 Permasalahan
1.2.1 Kualifikasi Produk
~ MOBIL BMW
BMW Seri 3 adalah sebuah mobil eksekutif yang diciptakan
produsen otomotif Jerman, BMW, sejak Mei 1975. BMW Seri 3 merupakan penerus
dari 2002 coupe dan telah diproduksi dalam 5 inkarnasi dan tidak kurang
dari 5 model yang berbeda. Pada generasi kedua BMW seri 3 tidak hanya dibuat
dalam bentuk Coupe 2 pintu, tetapi juga hadir dengan bentuk Sedan 4 pintu,
Converible atau Cabriolet yang atapnya bisa dibuka, dan Station Wagon atau
Touring .Model sport berkemampuan tinggi yang diberi nama M3 hadir padatahun
1986. BMW M3 merupakan mobil yang tangguh untuk balapantouring, dan juga ikut
dalam kejuaraan rally dunia / World Rally Championship (WRC) serta kejuaraan
rally di Eropa. M3 berhasil menjadi juara dalam WRC Tour de Corse tahun
1987.Ini merupakan BMW seri 3 pertama yang resmi dijual di Indonesiayaitu 318i
Sedan. Model awal menggunakan mesin M10, sedangkan model facelift yang hadir
pada tahun 1989 menggunakan mesin M40.Pada generasi ketiga ini merupakan model
yang sangat sukses dan menyenangkan untuk dikemudikan. Pertama kali diluncurkan
di Jermanpada tahun 1991, dan masuk ke pasar dunia termasuk Indonesia
dan Amerika Serikat untuk model tahun 1992.Model yang tersedia di
Indonesia adalah 318i, 320i, dan 323i. Untuk Amerika Serikat, BMW E36
adalah 318i, 325i, dan M3 dalam bentuk Sedan, Coupe, dan Convertible. 325i
kemudian digantikan oleh 328i.
BMW Seri 5 adalah mobil sedan dan station wagon kelasmenengah
atas kelas atau kelas eksekutif yang diproduksi oleh BMW sejaktahun 1972.Bodi
dirancang oleh Marcello Gandini, berbasis pada BMW Garmisch 2002ti Bertone yang
muncul saat Geneva Show 1970. Gandini juga merancang Fiat 132 dan Alfa
Romeo Alfetta, dua kendaraan lainnyadengan desain yang mirip.
Seri 5 telah memulai tradisi BMW untuk memberi penamaan dengant
iga digit nomor. Digit pertama (5 dalam hal ini) mewakili model/seri, dua digit
berikutnya (biasanya) mewakili besaran kapasitas mesin dalam silider
(sepersepuluh), yang mana menjadi pembeda utama. Abjad/huruf tambahan atau
sebuah kata biasanya juga ditambahkan di akhir dari sesusun tiga angka tadi
untuk menunjukkan jenis bahan bakar yangdigunakan (bensin atau diesel), detail
mesin atau transmisi, dan/atau jenisbodi. Huruf “i” misalnya mengacu pada
definisi bahwa mesin pada kendaraan tersebut menggunakan sistem pasokan bahan
bakar injeksi.Perjalanan BMW di Asia sejak 1930 dan pentingnya pasar Asia dan Asia
Tenggara bagi BMW itu sendiri. Paska krisis di Amerika Serikat penjualan BMW
kembali naik tumbuh 27% berkat penyegaran sejumlah produk dan akan disusul
dengan Seri 6 Convertible, Seri 1 M dan sedan M5di tahun depan.
Seri 1 yang
diluncurkan tahun 2004 adalah mobil BMW yang paling kecil, tersedia dalam 2
model yaitu koupe/konvertibel (E82/E88) dan hatchback (E81/E87). Seri 3 masuk
dalam mobil kompak eksekutif,
mulai diproduksi tahun 1975, sekarang memasuki generasi kelima dari (BMW E90); model-model yang tersedia antara
lain sedan sport (E90), station wagon (E91), koupe (E92), dan konvertibel
(E93). Seri 5 adalah
sedan eksekutif mid-size, tersedia dalam
versi sedan (E60) dan station wagon (E61). Seri 5 Gran
Turismo (F07) yang dimulai mulai tahun 2010, akan mengisi
segmen di antara mobil kelas station wagon dan crossover SUV.
BMW 7-Series (F01)
Jajaran mobil teratas BMW adalah sedan full-size eksekutif Seri 7. BMW juga banyak
memperkenalkan teknologi barunya di BMW Seri 7 ini, seperti sistem iDrive.Seri 7 Hidrogen juga termasuk dalam
salah satu mobil berbahan bakar hidrogen pertama di dunia, emisinya hanya
berupa uap air. Ada juga Seri 6 adalah mobil
mewah kelasgrand touring. Mobil roadster dan coupe 2 pintu Z4 (E85)
sudah dijual sejak tahun 2002.
BMW X3 SUV (E83)
X3 (E83),
mobil crossover SUV pertama
BMW, memulai debutnya pada tahun 2003 dan menggunakan platform Seri 3 E46/16.
Menggunakan sistem penggerak 4 roda BMW yang mereka namakan BMW’s xDrive
all-wheel drive. SUV lainnya, X5 (E70), dijual sejak tahun
2000. X6 dijual mulai Desember 2007
dan X1 mulai dijual tahun 2009.
·
Seri 1(E81) (2004–sekarang)
Hatchback, koupe, dan konvertibel
·
Seri 3 (E90) (2005–sekarang)
Sedan, koupe, konvertibel, dan wagon
·
Seri 5 (F10) (2010–sekarang)
Sedan dan Wagon
·
Seri 5 Gran
Turismo (2009–sekarang) Progressive Activity Sedan
·
Seri 6 (E63) (2003–sekarang)
Koupe dan konvertibel
·
Seri 7 (F01)(2008–sekarang)
Sedan
o X1 (2009–sekarang) Compact Crossover
SUV/Sports Activity Vehicle (SAV)
o X3 (F25) (2010–sekarang)
Compact Crossover SUV/Sports Activity Vehicle (SAV)
o X5 (E70) (2006–sekarang)
Compact Crossover SUV/Sports Activity Vehicle (SAV)
o X6 (2008–sekarang) Sports Activity
Coupe
o Z4 (E89) (2009–sekarang)
Sports Roadster
BMW M3 Coupé (E92)
Berasal dari BMW seri 3, BMW M3 masuk ke dalam kelas baru dalam
jajaran mobil BMW: mobil produksi siap balap. Sejak kemunculannya, BMW M3
mendapatkan antusiasme yang lumayan baik, terutama karena mesinnya yang banyak
memenangkan penghargaan.
~ MOTOR BMW
~ MOTOR BMW
Sejarah motor BMW dimulai pada tahun 1921 ketika perusahaan tersebut mulai mesin manufaktur untuk perusahaan lain. Manufaktur sepeda motor ini sekarang beroperasi di bawah merek BMW Motorrad. BMW (Bayerische Motoren Werke AG) memperkenalkan sepeda motor pertama di bawah namanya, BMW R32, pada tahun 1923.
Di bawah ini adalah daftar tipe motor BMW R Series berdasar
tahun peluncurannya. Tetapi sebelumnya perlu diketahui arti singkatan
masing-masing seri motor BMW seperti berikut ini:
Singkatan
Arti
S
Sport
R
Roadster
RS
Reisesport
RT
Reisetourer
LT
Luxustourer
GT
Grand Turismo
GS
Gelande Strasse
ST (R1200ST)
Sporttourer
ST
(F650ST)
Strasse
CS
(R100CS)
Classicsport
CS
(F650CS)
Scarver
R-Series :
BMW R2 Series 1:
1931-1931
BMW R2 Series 2a:
1932-1932
BMW R2 Series
2/33: 1933-1933
BMW R2 Series 3:
1934-1934
BMW R2 Series 4:
1935-1935
BMW R2 Series 5:
1936-1936
BMW R3:
1936-1936
BMW R4 Series 1:
1932-1932
BMW R4 Series 2:
1933-1933
BMW R4 Series 3:
1934-1934
BMW R4 Series 4:
1935-1935
BMW R4 Series 5:
1936-1937
BMW R5:
1936-1937
BMW R6:
1937-1937
BMW R7 Tidak
diproduksi,hanya prototipe.
BMW R10 Tidak
diproduksi,hanya prototipe.
BMW R11 Series 1:
1929-1930
BMW R11 Series 2:
1930-1931
BMW R11 Series 3:
1931-1932
BMW R11 Series 4:
1933-1934
BMW R11 series 5:
1934-1934
BMW R12 Single
Carb: 1935-1942
BMW R12 Twin
Carb: 1935-1942
BMW R16 Series 1:
1929-1930
BMW R16 Series 2:
1930-1932
BMW R16 Series 3:
1932-1932
BMW R16 Series 4:
1933-1933
BMW R16 Series 5:
1934-1934
BMW R17:
1935-1937
BMW R20:
1937-1938
BMW R23:
1938-1940
BMW R24:
1948-1950
BMW R25:
1950-1951
BMW R25/2:
1951-1953
BMW R25/3:
1953-1956
BMW R26:
1956-1960
BMW R27:
1960-1966
BMW R28 Military:
1964-1964
BMW R32:
1923-1926
BMW R35:
1937-1940
BMW R37:
1925-1926
BMW R39:
1925-1927
BMW R42:
1926-1928
BMW R45:
1978-1985
BMW R47:
1927-1928
BMW R50:
1955-1960
BMW R50/2:
1960-1969
BMW R50/5:
1969-1973
BMW R50S:
1960-1962
BMW R50US:
1967-1969
BMW R51:
1938-1940
BMW R51/2:
1950-1951
BMW R51/3:
1951-1954
BMW R52:
1928-1929
BMW R57:
1928-1930
BMW R60:
1956-1960
BMW R60/2:
1960-1969
BMW R60/5:
1969-1973
BMW R60/6:
1973-1976
BMW R60/7:
1976-1982
BMW R60US:
1967-1969
BMW R61:
1938-1941
BMW R62:
1928-1929
BMW R63:
1928-1929
BMW R65:
1978-1985
BMW R65RT:
? ?
BMW R65GS:
1987-1992
BMW R65LS (Luxus
Sport): 1981-1985
BMW R65 Mono:
1985-1993
BMW R65RT Mono:
1985-1988
BMW R66:
1938-1941
BMW R67:
1951-1951
BMW R 67/2:
1952-1954
BMW R67/3:
1955-1956
BMW R68:
1952-1954
BMW R69:
1955-1960
BMW R69S:
1960-1969
BMW R69US:
1967-1969
BMW R71:
1938-1941
BMW R75/5:
1969-1973
BMW R75/6:
1973-1976
BMW R75/7:
1976-1979
BMW R75 Sidecar
Unit: 1941-1944
~ MINI COOPER
Mini (ditulis sebagai MINI) adalah merek perusahaan
otomotif Britania Raya yang dimiliki oleh BMW. Mobil-mobil buatan
MINI berkompetisi di kelas mobil-mobil kecil.
Mini sendiri pada awalnya berasal dari sebuah mobil kecil yang
dulu dikenal dengan nama Morris
Mini-Minor dan Austin Seven, diluncurkan oleh British Motor Corporation tahun 1959,
kemudian berkembang menjadi merek terpisah dengan berbagai modelnya, misalnyaClubman, Traveller dan Moke. Mobil Mini yang asli
berbentuk 2 pintu masih diproduksi sampai tahun 2000. Model baru dari mobil ini
dikembangkan mulai tahun 1995 dan akhirnya model itu diluncurkan tahun 2001.
Merek MINI sendiri pada awalnya dimiliki oleh British Motor
Corporation, lalu pada tahun 1966 menjadi bagian dari British Motor Holdings.
British Motor Holdings bergabung dengan Leyland Motorstahun 1968
dan membentuk British Leyland.[1] Tahun
1980an British Leyland terpecah dan di tahun 1988 Rover Group, termasuk
Mini, diambil alih oleh British
Aerospace.[1] Tahun
1994 Rover Group diakuisisi BMW.
Tahun 2000 Rover Group dipecah lagi oleh BMW, dan BMW hanya menyisakan merek
Mini saja.[2]
Mini Hatch/Hardtop, Clubman dan Convertible semuanya dirakit diPabrik Oxford di Cowley, Britania Raya,[3] dan
Countryman dirakit olehMagna Steyr di
Austria.
~ Rolls-Royce
Rolls-Royce adalah sebuah himpunan perusahaan,
yang semuanya berakar dari perusahaan pembuat mobil dan kapal terbang Britania yang
didirikan oleh Henry Royce dan C.S. Rolls pada tahun 1906. Perusahan-perusahaan
tersebut adalah:
·
Rolls-Royce plc,
yang memegang peran utama dalam ekonomi, adalah perusahaan teknik Britania yang
menspesialisasikan dalam produk berbasis-turbin,
terutama mesin pesawat, tetapi
menyediakan produk dan jasa yang luas dalam masyarakat dan militer.
·
Rolls-Royce
Motor Cars Limited, adalah pemroduksi mobil mewah, yang dimiliki
oleh BMW,
yang memulai pengantaran model tunggal, the Phantom (hantu), di Januari 2003.
·
Bentley Motors adalah
kelanjutan dari divisi mobil Rolls-Royce pertama. Sejak 1998 perusahaan ini
dimiliki oleh Grup Volkswagen. Mobil Rolls-Royce dan Bentley saling
berbagi dalam mekanik sejak pengambilan Bentley oleh Rolls-Royce pada
tahun 1931,
sering kali berbeda hanya di bagian “radiator grille”. Di tahun 2003 perusahaan
ini tidak lagi memproduksi mobil Rolls-Royce, setelah dibelinya merk dagang Rolls-Royce
oleh BMW dari Volkswagen.
Nama julukan untuk Rolls-Royce adalah Rolls dan Roller,
meskipun diDerby (markas
besar Rolls-Royce plc terletak), perusahaan ini dikenal dengan Royce’s.
Istilah “Rolls-Royce x” seringkali digunakan untuk menggambarkan
yang terbaik dari tipenya.
1.2.2. Prospes Pengembangan Pasar Internasional
akan dijelaskan apa yang menjadi sasaran dan strategi yang akan
digunakan oleh BMW untuk mencapai sasaran perusahaan mereka. Pada dasarnya
strategi adalah sesuatu yang ada di dalam sikuls dinamika kegiatan (pikir,
pilih, tindak) manusia yang membuat siklus tersebut berpola, koheren, konsisten
dengan melalui proses melalu semua fungsi, level, waktu sehingga dapat
memaksimalkan potensi pada sektor kesempatan dan kekuatan sebagai faktor
internal perusahaan atau organisasi dan ancaman dan kelemahan dapat
disingkirkan sehingga perusahaan atau organisasi dapat mencapai tujuannya, visi
terwujud dam misi dapat dilaksanakan
1.2.3. Jaringan Internasional
BMW Group adalah produsen mobil dan motor tersukses di dunia
dengan merek BMW, MINI, Husqvarna Motorcycles dan Rolls-Royce. Sebagai
perusahaan global, BMW Group mengoperasikan 25 fasilitas produksi di 14 negara
dan mempunyai jaringan penjualan global di lebih dari 140 negara.
1.2.4. Strategi
Pasar Internasional
Mengidentifikasi dan mendorong potensi pertumbuhan. Mengetahui
apa yang kami wakili. Mengakui dimana kami bersalah dan membuat kendaraan yang
terbaik di setiap kesempatan. Setelah strategi yang jelas.
Tujuannya telah mencapai berada pada dasarnya titik tolak bagi
tantangan baru di masa kini, Ini adalah filosofi yang menginspirasi setiap
individu di BMW Group. Ini mempengaruhi struktur perusahaan dan memainkan peran
penting dalam proses pengambilan keputusan di dewan direksi perusahaan. Etos
kerja perusahaan BMW menemukan ekspresi dalam mengejar tujuannya tanpa
kompromi. Hasilnya? Posisi merek BMW dengan profil jelas. Mobil dan sepeda
motor yang mempesona orang di seluruh dunia dan semakin bayak pengagum baru
setiap hari. Dan tingkat keberhasilan yang melihat BMW Group pergi dari
kekuatan yang biasa menuju kekuatan yang lebih besar.
Dengan tiga merek, BMW, MINI dan Rolls-Royce motor Mobil, BMW
Group memiliki pemandangan yang ditetapkan tegas pada sektor premium pasar
otomotif internasional. Untuk mencapai tujuannya, perusahaan tahu bagaimana
untuk menggunakan kekuatannya dengan efisiensi yang tak tertandingi dalam
industri otomotif. Tujuan strategis adalah jelas: BMW Group adalah penyedia
terkemuka produk dan layanan premium premium untuk mobilitas individu.
1.3 LOKASI
PERUSAHAAN
Lokasi
perusahaan BMW ini tersebar di banyak Negara, berikut adalah penjelasannya:
1.3.1
Kantor Pusat
BMW-Vierzylinder “BMW four-cylinder”; also BMW Tower
Bangunan ini
adalah salah satu Lambang Kota Munich, Germany. Di mana yang telah menjabat
sebagai markas besar dunia untuk mobil Bavaria selama lebih dari 30 tahun. Ini
dinyatakan sebuah bangunan bersejarah yang dilindungi sejak tahun 1999.
Bangunan ini mengalami renovasi dimulai pada tahun 2004 dan selesai pada tahun
2006.
Kedua bangunan
dirancang oleh arsitek Austria Karl Schwanzer yang memiliki ketinggian
kira-kira 101 Meter dan Menara ini memiliki diameter 52,30 meter. Bangunan ini
memiliki 22 lantai, dua di antaranya adalah ruang bawah tanah dan 18 lainnya
berfungsi sebagai ruang kantor.
1.3.2
Kantor Cabang
Kantor Cabang BMW ada
di sekitar 140 seluru Negara didunia ini, tapi saya akan menjelaskan Kantor
cabangnya di beberapa negera.
· Afrika Selatan
BMW sudah merakit mobil-mobilnya di Afrika Selatan sejak 1968,
ketika pabrik Praetor Monteerders dibangun di Rosslyn, dekatPretoria.
BMW membeli saham perusahaan itu, dan mengakuisisi penuh tahun 1975, sehingga
menjadi BMW Afrika Selatan. Perusahaan ini menjadi perusahaan penuh yang
dimiliki BMW pertama di luar Jerman. 3 model yang ada di pasar Afrika Selatan
adalah E23M745i (1983), BMW 333i (1986),
dan E30 BMW 325is (1989).
Tidak seperti pabrikan Amerika Ford dan GM,
yang memilih hengkang dari negara itu tahun 1980-an, BMW tetap mengoperasikan
perusahaannya di Afrika Selatan. Ketika rezim apartheid berakhir
tahun 1994, dan tarif impor turun, BMW Afrika Selatan berhenti memproduksi
lokal Seri 5 dan Seri 7 agar dapat berkonsentrasi untuk memproduksi BMW Seri 3.
Seri 3 buatan Afrika Selatan telah diekspor ke beberapa negara dengan mobil
setir kanan seperti Jepang, Australia, Selandia Baru, Britania Raya, Malaysia,
Singapura, dan Hong Kong, serta Sub-Sahara Afrika. Sejak
tahun 1997, BMW Afsel juga memproduksi mobil setir kiri yang akan diekspor
ke Taiwan,
Amerika Serikat, Iran,
dan Amerika Selatan.
Mobil BMW dengan nomor
identifikasi kendaraan berawalan “NC0” adalah mobil BMW yang
dibuat di Afrika Selatan.
·
Amerika Serikat Pabrik BMW A.S di Spartanburg.
BMW
Manufacturing Co memproduksi mobil BMW seperti X5, dan belakangan X6 di Greer dekat Spartanburg,
Carolina Selatan, A.S. BMW X3 juga mulai dibuat di Spartanburg. BMW dengan
nomor identifikasi kendaraan berawalan “4US” dan “5US” diproduksi di
Spartanburg.
Tahun 2010 BMW mengumumkan kalau mereka akan berinvestasi 750
juta dolar AS untuk berekspansi di pabrik Spartanburg. Pabrik baru ini nanti
bisa memproduksi 240.000 unit kendaraan baru per tahun, dan akan menjadi pabrik
mobil terbesar di A.S dilihat dari jumlah karyawannya.
·
India
BMW India didirikan
pada tahun 2006 di Gurgaon (National Capital Region).
Pabrik perakitan untuk Seri 3 dan Seri 5 mulai beroperasi di Chennai pada awal
2007. Konstruksi pabrik perakitan dimulai bulan Januari 2006 dengan investasi
lebih dari 1 miliar rupee India.
·
China
BMW menandatangani kontrak joint ventura dengan Brilliance Automotive tahun
2003 untuk memproduksi sedan BMW di China, sedangkan pembukaan pabrik bulan Mei
2004 di timur laut kotaShenyang.
·
Kanada
Bulan Oktober 2008, BMW Grup Kanada diberi penghargaan salah
satu dari Greater
Toronto’s Top Employers oleh Mediacorp Canada Inc.
·
Mesir
Bavarian Auto Group adalah
sebuah grup perusahaan multinasional yang didirikan bulan Maret 2003 yang
ditunjuk sebagai importirm mobil BMW dan Mini di Mesir. Perusahaan ini juga
mempunyai hak eksklusif untuk merakit, menjual, dan melakukan perawatan
terhadap produk BMW di Mesir. BAG telah berinvestasi 100 juta dolar AS di 7
perusahaan.
Sekarang, fasilitas pabrik Bavarian Auto bisa untuk merakit
model BMW Seri 3, Seri 5, Seri 7 dan X3. Sedangkan model yang masih diimpor
adalah BMW Seri 1, Seri 6, X5, X6 dan semua Mini.
·
Indonesia
Sedangkan sekarang BMW berkerja sama dengan Astra Internasional
dan PT Gaya Motor dengan membuat Pabrik Perakitan di Indonesia yakni di Sunter,
Jakarta.
Sebuah sedan BMW 523i yang telah selesai dirakit di pabrik PT
Gaya Motor, Sunter, Jakarta
Dan Negara-Negara yang lain di belahan dunia ini yang tidak
dapat saya jabarkan satu persatu dimakalah ini.
BAB II
KAJIAN TEORITIS
2.1. Konsep Pemasaran Internasional
Konsep pemasaran yang dipakai oleh BMW yakni melihat apa dan
bagaimana keinginan serta kebutuhan para costumernya yang ternasuk dikalangan
menengah atas, peran para strategy directorserta marketing
manager dalam mengambil keputusan saat memproduksi dan memasarkan
produk mereka ke pasar sangatlah besar pengaruhnya di sini. Mereka memainkan
peran yang penting dan sentral untuk kondisi ini. Selain itu ada pula yang
lain, yaitu:
a) Promosi melalui peluncuran
perdana produk baru dengan kemasan artistik, ekslusif, dan profesional
b) Sponsori acara – acara berlabel
mewah seperti turnamen golf dengan hadiah model produk terbaru BMW
c) Kerjasama dengan media cetak
dan elektronika yang membawa nama serta industri otomotif
d) Mengadakan program acara Test Drive
e) Melakukan komparasi secara adil
dengan melibatkan insan – insan otomotif untuk melakukan komparasi produk
dengan kompetitor mereka.
2.2. Konsep Multinasional
Konsep multinasional yang digunakan perusahaan ini dikarenakan
tidak mencukupinya permintaan pasar dengan mereka memproduksi di pabrik
pusatnya, selain itu mereka juga mengambil keputusan ini yaitu karena menghemat
biaya serta dapat mendapatkan bahan-bahan mentah yang murah di Negara-negara
berkembang seperti di Afrika Selatan, Mesir dan Indonesia. Tetapi mereka tetap
memberikanguarantee sama dengan mereka membuat dinegara awal mereka
menciptakan kendaraannya yaitu di Jerman. Soal kenyamanan dansafety berkendara
selalu mereka junjung demi memuaskan hasrat konsumen yang membeli produk
mereka.
2.3. Konsep strategi
a) Inovasi produk –
produk BMW sehingga tetap menjadi produk dengan kelengkapan teknologi yang
lebih moderen atau terkini dibandingkan dengan kompetitornya.
b) Memberikan
pelatihan atau Training terhadap staf dan karyawan mereka sehingga menampilkan
etos kerja serta performa yang handal dan profesional
c) Menciptakan produk
di setiap kelas otomotif yang memiliki segmentasi pasar terbesar. Sebagai
contoh dari produk BMW yang ada mobil keluarga atau Family Car hanya
mereferensi dari bentuk sedan menjadi bentuk Saloon. Sehingga BMW tidak pernah
menciptakan bentuk produk seperti Toyota Avanza atau Toyota Innova.
d) Perbaiki kekurangan
manajemen perusahaan sehingga struktur organisasi dan perusahaan menjadi lebih
solid dan kuat dalam menjalankan etos kerja dalam bisnis mereka.
e) Pelajari dan
analisis melalui riset untuk mengembangkan lebih lanjut produk – produk
unggulan dari BMW. Sebagai contoh adalah seri 3 dengan kelas – kelasnya yang
telah lama malang melintang menjadi produk unggulan BMW.
f) Menciptakan suasana
kerja yang koperatif antara staf yang satu dengan staf yang lainnya sehingga
menjadi satu kondisi yang sangat kondusif dalam memberlakukan kesolidan antara
divisi yang satu dengan divisi lainnya.
g) Memberikan
kompensasi atau insentif serta jenjang jabatan yang dirancang dan
distandarisasi sehingga staf lebih percaya diri dalam mengabdikan dirinya dalam
perusahaan.
BAB III
ANALISIS LINGKUNGAN PERUSAHAAN
2.1 Analisis Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan, merupakan ruang dimana
perusahaan dapat berkreasi untuk memasarkan produk – produknya. Serta merupakan
lahan untuk mendapatakan kepercayaan dari masyarakat juga mendapatakan
keuntungan yang melimpah.Kepercayaan dari masyarakat ini berasal dari bagaimana
perusahaan bisa memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen,serta bagaimana
CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan itu sendiri bisa berjalan.Sehingga
maju tidaknya suatu perusahaan tergatung akan kinerja para karyawan perusahaan
tersebut.
2.1.1 Lingkungan Makro
Lingkungan makro
adalah lingkungan luar yang secara tidak langsung ikut mempengaruhi dan
memiliki peranan besar terhadap proses kegiatan serta eksistensi sebuah
organisasi, khususnya perusahaan. Lingkungan makro itu sendiri terdiri
dari enam lingkungan, yaitu : lingkungan demografi, lingkungan ekonomi,
lingkungan alam, lingkungan teknologi, lingkungan pemerintahan/politik, dan
lingkungan budaya.
Demografi
Tren demografi dapat menjadi kekuatan utama yang
mendasari kekuatan pasar. Beberapa varabel demograpi
meliputi umur, pendapatan, pendidikan dan letak grograpi. Apakah
faktor demografis mempengaruhi arah ukuran pasar atau bagian pasar ?
Apakah demografis menunjukkan peluang atau ancaman.
Memang di Indonesia ini tingkat pendapatan dan tingkat
pendidikan kita masih terbilang rendah dengan Negara-Negara maju lainnya,
tetapi bukan berarti pasar pengguna BMW di Indonesia jarang. Akan tetapi banyak
juga orang yang berminat dengan mobil high class ini walau
harganya ternasuk barang mahal.
Ekonomi
Evaluasi
strategi termasuk mempertimbangkan tentang ekonomi, terutama inflasi dan
dasar kondisi kesehatan ekonomi yang diukur dari tingkat
pengangguran dan pertumbuhan ekonomi. Investasi
pada industri padat modal membutuhkan waktu yang tepat pada
situasi ekonomi yang sehat daripada saat ekonomi lesu.
Biasanya dalam kenyataan lapangan cukup dengan melihat kondisi
ekonomi pada umunya akan dapat mengukur kesehatan ekonomi industri
individual.
Dewasa kini Indonesia
termasuk salah satu dengan Negara yang perekonomiannya yang mulai menanjak
walau hanya sedikit, dan peluang itulah yang diambil oleh produsen mobil BMW
yakni mengejar pangsa yang terkenal akan sifat konsumtifnya orang Indonesia.
Teknologi
Salah satu
dimensi dalam analisis lingkungan adalah trend perubahan
teknologi atau penerapan teknologi yang berkembang di pasar atau industri
yang selanjutnya akan mempengaruhi strategi. Perubahan teknologi akan
menghadirkan peluang dan sebaliknya adanya alternatif teknologi baru juga akan
menghadirkan ancaman. Sebagai contoh, industri televisi
kabel, yang mempermudah dan lebih jelas dalam menikmati siaran televisi
di rumah dibanding televisi dengan bantuan dari sinyal satelit.
Dengan semakin majunya
teknologi dewasa ini, BMW tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan
membuat inovasi serta perubahan yang lebih baik dari hari kehari demi
tercapainya tujuan mereka yakni menjadi merk mobil no satu di dunia. Dan pasar
Indonesia mereka anggap adalah pasar yang segar untuk mengenalkan teknologi
yang mereka punya.
Pemerintah
Adanya perubahan dan
munculnya undang-undang atau peraturan baru dapat menampilkan
ancaman dan peluang. Serta pemerintahan yang stabil dan keamanan
yang terjamin adalah salah satu faktor utama dalam lingkungkan makro.
Indonesia adalah
Negara yang tergolong aman dan stabil tingkat keamanannya serta regulasi
perundang-undangannya yang longgar daripada Negara-Negara lain, ini juga salah
satu faktor pendorong minatnya BMW memasarkan produknya di Indonesia.
Kebudayaan
Bahwa arah
perubahan budaya dapat mendatangkan ancaman dan peluang sepanjang
ada kesuaian dengan perusahaan.
Budaya yang dianut
oleh Indonesia adalah budaya yang terbuka, jadi tidak sulitlah bagi perusahaan
besar seperti BMW untuk memasuki pangsa pasar Indonesia apalagi mereka memiliki
produk yang mumpuni.
2.1.2. Lingkungan Mikro
Lingkungan mikro meliputi lingkungan internal perusahaan (beberapa departemen dan tingkat manajemennya) karena lingkungan mikro atau internal perusahaan itu mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Dalam hal ini lingkungan mikro perusahaan ini sejauh ini tidak mengalami masalah yang berarti dikarenakan cara para pemimpinnya yang membuat bisnis yang humanis ”bisnis yang memanusiakan manusia”, oleh karena itu di segi lingkungan mikro perusahaan BMW tidak mengalami masalah yang susuh untuk ditindak lanjuti.
2.1.2.1. Persaingan antar Industri
Kompertitor-kompetitor perusahaan BMW ini bukan hanya terdapat di dalam negeri saja, bahkan ada yang dari luar negeri. Yakni:
·
Mercedes Benz (jerman)
pesaing terberat BMW dalam memproduksi mobil” mewah,mungkin karena perusahaan
ini adalah termasuk perusahaan mobil yang tertua di dunia dan dengan
pengalamannya yang telah lama, oleh maka dari itu Mercedes Benz memiliki
tingkat keamanan kelas 1. Dan karena itu pula banyak kepala-kepala negara yang
memakai kendaraan Mercedes Benz tersebut menjadi mobil kenegaraannya.
·
Audi AG (jerman)
produsen ini memproduksi mobil segala harga dan jenis, karena Audi adalah anak
perusahaan Group Volkswagen yang juga memproduksi porsche
·
Toyota (jepang)
raksasa otomotif dunia ini bukan hanya memproduksi mobil mobil murah saja, akan
tetapi toyota juga mulai membuat mobil kelas premium dengan nama LEXUSnya, dan
ini salah satu pesaing berat BMW.
2.1.2.2. Pendatang Baru
Pendatang baru dalam
kelas mobil Premium ini mungkin hanyalah berada di Toyota,sedangkan yang lain
masih seperti biasa. Mobil-Mobil Italy yang terkenal kencang dan berbody
aerodinamis dan mobil amerika yang terkenal dengan mesinnya yang garang
termasuk pemain lama, tetapi para pecinta kendaraan itu berbeda-beda selera.
Terkandang orang itu tidaklah melihat kebutuhan belaka akan tetapi dengan trendmark itu
orang terkadang membeli suatu produk. Saat ini Negara yang lagi berbenah
dalam segi perekonomian yang berkembang perat yaitu china, dan orang di china
itu berani membuat tiruannya dengan harga yang sangat miring bahkan tidak masuk
akal, akan tetapi itu tidak terlalu berpengaruh besar dengan penjualan produk
BMW ini karena beda peminatnya.
2.1.2.3. Pembeli
Pembeli utama produk
ini adalah orang-orang dari kalangan menengah keatas bahkan bisa termasuk
kalangan jet set karena harganya yang mahal serta suku cadangnya yang mahal
itulah yang membuat orang untuk berfikir membelinya, tetapi orang yang
mementingkan suatu kendaraan yang nyaman, aman dan berkelas sudah pasti memilih
kendaraan ini karena kendaraan keluaran pabrik BMW ini adalah kendaraan
berkelas dan telah mengalami uji coba beberapa kali demi memastikan kualitas
kendaraan ini.
Dan banyaknya mobil
ini dipakai di eropa karena selain tidak terlalu mahal juga orang eropa itu
terkenal suka akan kemewahan serta kenyamanan.
2.1.2.4. Produk Pengganti
Karena kebutuhan akan
kendaraan sekarang ini sangat tinggi sehingga produk BMW ini laku dipasaran itu
dikarenakan mobilitas manusia saat ini sangat sibuk jadi mungkin produk ini
terganti apabila suatu di suatu daerah atau disuatu Negara tersebut melarang
bagi kendaraan beroda 4 dan juga bila suatu daerah tersebut menyediakan
kendaran umum yang dapat memuaskan serta waktu-nya yang on time mungkin
akan terganti produk BMW ini.
2.2 Analisis Lingkungan Internal
2.2.1 Penjualan
VIVAnews – Pabrikan
mobil premium asal Jerman, BMW, sukses menjadi mobil mewah terlaris di dunia
sepanjang September lalu. BMW berhasil mencatat penjualan 128.446 unit atau
meningkat 9,3 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Berkat capaian
penjualan itu, BMW juga berhasil menyisihkan dua kompetitor utama, yang juga
berasal dari Jerman, yaitu Audi AG dan Mercedes-Benz.
“Hingga akhir kuartal
ketiga ini, kami sudah berhasil mencapai target penjualan sepanjang 2011, yaitu
1,6 juta unit lebih,” kata Ia Robertson, Kepala Penjualan BMW, seperti
dilansir Automotivenews, Selasa, 11 Oktober 2011.
Grup BMW, yang
meliputi BMW, MINI, dan Rolls Royce, pada bulan September lalu, berhasil
menjual sebanyak 159.214 kendaraan atau naik 11,4 persen. Secara kumulatif
sepanjang Januari-September penjualan grup itu telah mencapai 1,23 juta unit.
Sedangkan, model BMW
yang paling banyak diminati konsumen sepanjang September adalah BMW X3, BMW X1
dan BMW X-5. Data pabrikan itu menunjukkan, BMW X3 terjual 11.345
unit, BMW X1 dan BMW X-5 masing-masing terjual 12.535 dan 28.911 unit.
Adapun, Mercedes-Benz
mencatatkan penjualan 120.982 unit dan Audi AG sebanyak 120.200 unit selama
September lalu.
Sedangkan menurut
laporan liputan6, Frankfurt: BMW AG mementapkan diri untuk tetap menjadi mobil
premium terlaris di dunia, setelah penjualan global merek inti perusahaan naik
9,3 persen menjadi 128.446 unit pada September lalu.
Kenaikan ini
menempatkan BMW di atas pesaingnya Audi, yang penjualannya tumbuh 1,7 persen
menjadi 120.200 unit pada September, dan Mercedes-Benz, yang penjualannya naik
2 persen menjadi 120.982 unit pada periode yang sama.
“Pada akhir kuartal
ketiga kita menemukan diri kita pada jalur yang benar untuk meraih target
penjualan lebih dari 1,6 juta unit kendaraan pada 2011, dan tetap menjadi nomor
satu diantara produsen mobil premium sekali lagi pada tahun ini,” kata Kepala
penjualan BMW Ian Robertson dalam pernyataannya Senin (12/10).
Penjualan keseluruhan
kendaraan BMW Group termasuk merek Mini dan Rolls-Royce, tumbuh 16 persen dalam
sembilan bulan pertama tahun ini menjadi 1,23 juta unit. Pada September,
kelompok merk ini menjual 159.214 unit kendaraan, atau naik 11,4 persen.
Penjualan BMW X3, X1
dan 5-series terus membantu mengangkat angka penjualan keseluruhan. Penjualan
SUV kecil X3 naik 260,6 persen menjadi 11.345 unit pada September, sementara
pengiriman X1 naik 24,7 persen menjadi 12.535 unit pada periode yang sama.
Sedangkan sedan kelas menengah Seri 5 terjual 27.811 unit bulan lalu atau naik
29,7 persen.
Pada September, di
kelompok merek Mini terjual 30.387 unit atau naik 20,5 persen. Kenaikan
pengiriman ini didorong sebagian oleh keberhasilan penjualan Mini Countryman,
yang telah terjual 76.000 unit sejak diluncurkan lebih dari setahun lalu.
Penjualan Mini sejak Januari telah meningkat sebesar 24,1 persen menjadi
208.216 unit.
Sementara kelompok
sedan Ultra-mewah Rolls-Royce angka penjualannya tumbuh 41 persen dalam
sembilan bulan pertama menjadi 2.441 unit.
Di AS, yang merupakan
pasar terbesar BMW Group, pabrikan ini melaporkan penjualan kendaraan pada
September sebanyak 25.749 unit atau 11,4 persen lebih tinggi dari tahun
sebelumnya.
Sedangkan di
kandangnya sendiri, Jerman yang merupakan pasar terbesar kedua BMW,
pertumbuhannya rebound dari angka penjualan stagnan musim panas, dengan angka
pengiriman naik 9,9 persen menjadi 23.809 unit pada September.
Penjualan di China,
sebagai pasar terbesar ketiga BMW, penjualan naik 20,9 persen pada periode yang
sama menjadi 18.588 unit.
Sejak Januari, BMW
telah menjual 1,02 juta mobil atau naik 14,5 persen dibanding 2010.
Audi sebelumnya
mengungkapkan rencananya untuk menyalip BMW di penjualan mobil mewah pada tahun
2015, dengan target penjualan 1,3 juta unit mobil tahun ini. Produsen mobil itu
mengatakan bahwa penjualan produk barunya naik 17,4 persen menjadi 973.200 unit
dalam sembilan bulan pertama.
Sementara Mercedes
mengatakan bulan lalu bahwa penjualan mobilnya dan merek Smart diperkirakan
melampaui 1,35 juta unit pada 2010, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya
sebanyak 1,3 juta unit. Penjualan merek Mercedes mencapai 919.288 unit dalam
sembilan bulan pertama tahun ini atau naik 7,6 persen. (autonews.com/mla)
Dari dua berita diatas
dapat disimpulkan bahwa perusahaan BMW AG ini adalah salah satu market
leader di kelas mobil premium, karena mobil ini tidaklah terlalu
mahal daripada pesaingnya akan tetapi dari segi kenyamanan, keamanan, serta
serta performa yang tinggi. Tetapi dari segi harga, harga yang ditawarkan BMW
lebih rendah daripada Mercedes Benz. Bila ingin memiliki mobil yang lebih mewah
lagi, di BMW AG juga ada mobil Rolls-Royce yang dari dulu termasyur dengan
mobil super mewah untuk kalangan jet set.
2.2.2. Pemasaran
Kembali ke konsep yang awal Konsep pemasaran yakni melihat apa dan bagaimana keinginan serta kebutuhan para costumernya yang ternasuk dikalangan menengah atas, peran para strategy directorserta marketing manager dalam mengambil keputusan saat memproduksi dan memasarkan produk mereka ke pasar sangatlah besar pengaruhnya di sini. Mereka memainkan peran yang penting dan sentral untuk kondisi ini. Selain itu ada pula yang lain, yaitu:
a) Promosi melalui peluncuran perdana produk baru dengan kemasan artistik, ekslusif, dan profesional
b) Sponsori acara – acara berlabel
mewah seperti turnamen golf dengan hadiah model produk terbaru BMW
c) Kerjasama dengan media cetak
dan elektronika yang membawa nama serta industri otomotif
d) Mengadakan program acara Test Drive
e) Melakukan komparasi secara adil
dengan melibatkan insan – insan otomotif untuk melakukan komparasi produk
dengan kompetitor mereka.
2.2.3. Sumber Daya Keuangan
2.2.4 Sumber Daya Manusia
Tempat kerja yang terbuka menggantung di sepanjang dua lantai,
seperti air terjun. Badan-badan mobil berjalan di sepanjang jalur, disinari
cahaya biru yang sangat lembut. Jika parade mobil setengah jadi melambat, para
insinyur akan merasakan perubahan denyut pabrik dan dengan cepat menyelidiki
permasalahan yang muncul. Pemeriksaan kualitas secara mingguan di sebuah plaza
yang dilalui para pekerja saat menuju tempat makan siang, menjamin semua orang
dengan cepat sadar bila ada kesemrawutan produksi. Kombinasi antara kebersamaan
dan keterbukaan mencetuskan pertemuan-pertemuan yang terjadi begitu saja di
antara para pekerja, insinyur logistik, dan pakar kualitas.
Itulah suasana di pabrik mobil BMW, Jerman. Situasi seperti itu memberi gambaran bahwa BMW adalah perusahaan otomotif yang paling tidak formal. Pembeli BMW mungkin tidak tahu bahwa ketika duduk di belakang kemudi, mereka sedang mengendarai sebuah mesin yang lahir dari ribuan sesi lempar gagasan yang dilakukan begitu saja. Tidak seperti kebanyakan perusahaan mobil yang kepala desainnya mendiktekan garis besar rancangan kendaraan kepada para pegawai, desainer-desainer BMW hanya diberi sasaran secara garis besar. Dan, dari situ mereka bebas memunculkan konsep terbaik mereka.
Untuk mengoptimalkan potensi karyawan, BMW biasanya menyatukan para desainer, insinyur, dan ahli pemasaran untuk bekerja secara intensif dalan sebuah proyek. Rolls-Royce Phantom desain terbaru, misalnya, diberi julukan “The Bank†karena 10 anggota perancangnya menghabiskan waktu di sebuah bangunan bank kuno di Marble
Arch di London, yang setiap harinya dilewati banyak mobil Rolls-Royce.
Tapi, tahukah Anda, bahwa kekuatan BMW hingga menjadi produsen mobil yang paling dikagumi berasal dari keselarasan dengan pekerja yang berakar pada perjanjian di masa lampau?
Dunia BMW sekarang ini adalah buah perjuangan sejak 1959. Saat itu perusahaan tersebut hampir bangkrut dan hanya selangkah dari diambil alih Mercedes. Trauma dari zaman tersebut menjadi momen sangat penting dalam kisah BMW. Kisah itu diceritakan secara berulang di setiap masa orientasi pegawai baru pabrik. Jika bukan karena jaminan keluarga Quandt yang kaya –hingga kini masih menjadi pemegang saham mayoritas dengan 46 persen kepemilikan– dan perjanjian dengan pekerja untuk mempertahankan perusahaan tetap hidup, BMW tidak akan ada hari ini.
Kerja keras, kepedulian karyawan, dan iklim berbagi pengetahuan itulah yang membangkitkan perusahaan ini dari keterpurukan. Pada 1972, jauh sebelum perusahaan Eropa lain rela membayar lebih kinerja karyawan, perusahaan Jerman ini telah memberi sebagian keuntungan kepada para karyawan. BMW membuat rencana, bilamana perusahaan memenuhi target-target finansial, maka akan membagi tunjangan khusus sebanyak 1,5 bulan gaji di akhir tahun. Sebagai balasan, para pekerja menjadi lebih komit.
Di masa itu, istilah aset intelektual mungkin belum terdengar. Akan tetapi, kebijakan BMW yang menempatkan karyawan di atas kepentingan lain merupakan bukti bahwa sejak dulu perusahaan ini sangat menghargai kontribusi karyawan. Dari hasil studi yang dilakukan Teleos, terdapat 8 dimesi yang perlu dikembangkan dalam rangka mewujudkan knowledge enterprise, yang meliputi: kepemimpinan, budaya perusahaan, iklim berbagi dan berkolaborasi, manajemen intelektual kapital, manajemen pengetahuan kustomer, pembelajaran organisasi, inovasi, dan upaya mengubah pengetahuan menjadi nilai bagi perusahaan. Kedelapan dimensi tersebut lah yang digunakan sebagai kerangka dalam Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE).
Kedelapan dimensi tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat bagian. Pertama, menjadi knowledge enterprise dimulai dengan membangun kepemimpinan dan budaya perusahaan yang memacu pertumbuhan pengetahuan. Kedua, melaksanakan kegiatan knowledge management (KM) untuk menciptakan iklim kolaborasi dan berbagi pengetahuan. Ketiga, mengaitkan KM dengan realitas bisnis. Pengetahuan yang langsung berimplikasi terhadap bisnis perusahaan, antara lain: berinovasi, pembelajaran organisasi, pengelolaan pengetahuan pelanggan dan stakeholder, serta pengelolaan modal intelektual akan mendorong perkembangan bisnis dengan menciptakan produk yang dibutuhkan pasar. Di sisi lain, perusahaan makin berkompeten melalui pembelajaran dan memiliki aset-aset intelektual yang dibutuhkan dalam bisnis. Dan keempat, KM dalam menciptakan nilai bagi perusahaan, ditujukan untuk menyelaraskan berbagai inisiatif terhadap nilai perusahaan. Yang menarik, BMW telah melakukan keempat hal tersebut jauh sebelum perusahaan lain menyadari pentingnya KM dalam membangun dan mempertahankan orang-orang terbaik di perusahaan.
Mewujudkan aset pengetahuan dapat dimulai dengan membangun kepedulian tentang KM dengan cara melakukan assessment terhadap kesiapan organisasi. Dalam hal ini, assessment dapat dilakukan dengan menggunakan kerangka MAKE. Setelah itu, dilanjutkan dengan mengikuti MAKE Award. Melalui ajang bergengsi ini perusahaan dapat melakukan benchmark terhadap penerapan KM di perusahaan-perusahaan unggul. Berikutnya, melakukan pemetaan dan identifikasi terhadap aset pengetahuan yang telah dimiliki dan aset pengetahuan yang harus dimiliki, dilanjutkan dengan mendesain strategi KM.
Dalam membangun perusahaan berbasis pengetahuan, inisiatif KM harus diselaraskan dengan nilai-nilai perusahaan. Untuk itu diperlukan evaluasi, coaching dan monitoring, serta perbaikan yang dilakukan secara terus-menerus.
2.2.5. Penelitian dan Pengembangan
Para Petinggi BMW AG mengatakan bahwa kamajuan perusahaan ini bergantung pada kinerja karyawan dan responsibility dari para konsumen. Namun dibalik itu semua juga tidak terlepas akan sentuhan tangan-tangan kreatif dan ide cemerlang para karyawan yang briliant dan cerdas. Fitur inovatif, kemampuan memberikan keindahan, lingkungan yang nyaman yang mengundang pemikiran kreatif, dan kualitas tanpa kompromi. Di sini, desainer dan insinyur berkembang pada komitmen perusahaan untuk standar terbaik. Mereka juga memiliki kesempatan langka untuk bertindak sebagai tangan-on ahli, terlibat dalam semua fase konsep, desain dan pengembangan model baru. Sehingga lahirlah produk yang dapat mempengaruhi konsumen untuk bisa memilikinya dan akhirnya kepuasanlah yang di dapatkan.
BAB IV
DESKRIPSI DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi
Konsepsi SWOT pun
sudah banyak dikenal oleh insan manajemen. Konsep SWOT sendiri adalah
identifikasi berbagai faktor secara sistematis sehingga dapat merumuskan
strategi berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strenghts) dan
peluang atau kesempatan (Opportunities), dan secara bersamaan dapat
meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).
Menurut ahli lainnya
konsepsi dari SWOT juga memiliki pengertian adalah analisis yang mencakup
dengan konsep pendekatan sistem terhadap interaksi antara output dengan
penggunanya, analisis terhadap input, proses, dan lingkungan organisasi .
Sedangkan menurut Philip Kotler analisis SWOT adalah penggambaran secara kritis bagaimana faktor kekuatan (Strenghts), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) menjadi bentuk strategi berupa data yang sangat penting dan kuat atau valid untuk dijadikan sebagai bahan perbandingan untuk membuat atau menelurkan gagasan kebijakan – kebijakan manajemen dalam bentuk strategi
Sedangkan menurut Philip Kotler analisis SWOT adalah penggambaran secara kritis bagaimana faktor kekuatan (Strenghts), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) menjadi bentuk strategi berupa data yang sangat penting dan kuat atau valid untuk dijadikan sebagai bahan perbandingan untuk membuat atau menelurkan gagasan kebijakan – kebijakan manajemen dalam bentuk strategi
Berdasarkan konsepsi
SWOT di atas dibagi menjadi dua bagian pertama adalah faktor SWOT internal.
Faktor ini memiliki dua komponen dasar yaitu kekuatan (Strengths) dan kelemahan
(Weaknesses). Kedua komponen ini akan dikaitkan dengan kelebihan atau kekuatan
dari perusahaan otomotif BMW serta kelemahan dari perusahaan otomotif BMW.
Kedua komponen internal ini akan dijelaskan sebagai berikut :
4.1.1
Analisis faktor kekuatan (Strengths)
Kekuatan adalah
kemampuan dan situasi internal organisasi atau perusahaan yang positif dan
dapat mendukung organisasi atau perusahaan dalam memproses keuntungan
strateginya untuk mencapai tujuan yang dikehendaki . Namun salah seorang ahli
yang lain berpendapat bahwa faktor Strenghts adalah sumber daya, keahlian atau
keunggulan lain yang relatif dengan pesaing dan kebutuhan pasar (konsumen)
dimana perusahaan beroperasi atau berharap akan beroperasi .
Adapun faktor – faktor
kekuatan yang menjadi nilai lebih dari BMW adalah merupakan faktor – faktor
yang telah melekat erat terhadap merek BMW sendiri.
Faktor – faktor tersebut adalah sebagai berikut :
·
Image merek (Eropa) yang sudah terkenal dan lama malang melintang di dunia
otomotif
·
Layanan purna jual yang tersebar luar
·
Teknologi i-drive (komputerisasi dalam hal pengendaraan, diaplikasikan
dalam bentuk satu panel dekat perseneling dan dapat dilihat oleh pengemudi pada
satu layar pada dashboard ) serta run flat tire (kemampuan untuk tetap melaju
normal dengan kondisi ban kempis pada jarak dan kecepatan tertentu) yang belum
terdapat pada kompetitornya
·
Layanan 5 Years Free Service and Guaranttee
·
Program Buy Back Guaranttee
4.1.2 Analisis
faktor kelemahan (Weaknesses)
Kelemahan adalah
kemampuan dan situasi internal yang dapat mengakibatkan atau telah
mengakibatkan organisasi atau perusahaan tidak dapat mencapai tujuannya.
Kelemahan adalah anti klimaks dari kekuatan . Pendapat ahli lainnya kelemahan
adalah keterbatasan atau kekurangan dalam hal sumber daya, keahlian, dan
kemampuan yang mengganggu keefektifan kinerja perusahaan .
Adapun yang telah
menjadi faktor kelemahan dari BMW adalah merupakan sektor kecil yang mungkin
belum diberikan “sentuhan” oleh biro design dari BMW atau manajemen. Kelemahan
– kelemahan tersebut adalah sebagai berikut ini :
·
Teknologi Run Flat Tire membuat keras suspensi kendaraan, sehingga bantingan
daya suspensi kendaraan terasa keras
·
Pada beberapa kelasnya, BMW berubah menjadi kendaraan yang rumit karena
mengharuskan pengemudi untuk mengatur komputerisasi kendaraan dengan
menggunakan teknologi I-Drive
·
Dengan teknologi Run Flat Tire yang dimilikinya BMW merekomendasi kepada
konsumennya agar mengganti ban kendaraan dengan teknologi Run Flat Tire dengan
suku cadang yang sama, namun harga dari satu jenis ban Run Flat Tire sangatlah
tinggi di kalangan otomotif hingga di skala 4 sampai 5 kali lipat harga ban
normal.
4.1.3 Analisis
faktor kesempatan atau peluang (Opportunities)
Peluang adalah faktor
dan situasi eksternal yang dapat membantu organisasi atau perusahaan untuk
mencapai atau melampaui tujuannya. Faktor ini selalu melihat dari perkembangan
pasar atau segemnatsi kebutuhan masyarakat atau konsumen melihat dari daya beli
dan nilai uang di tengah – tengah konsumen . Pendapat ahli lainnya tentang
peluang adalah situasi menguntungkan yang utama dalam perusahaan. Tren kunci
dan perubahan adalah salah satu sumber perusahaan .
Adapun hasil analisis
peluang pada perusahaan otomotif BMW adalah sebagai berikut ini:
·
BMW memiliki Resale Value atau harga jual kembali produk tertinggi dibandingkan
dengan kompetitornya.
·
BMW membawa nama baik produk otomotif Eropa (Jerman) dengan kemampuan dan
performa mesin Sporty
·
Teknologi keselamatan baik pasif dan aktif dari kendaraan menjadi pilihan utama
konsumen otomotif saat ini.
4.1.4 Analisis
faktor ancaman (Threats)
Ancaman adalah faktor
eksternal yang dapat mengakibatkan atau telah mengakibatkan organisasi atau
perusahaan tidak dapat mencapai tujuannya . Pendapat lainnya tentang ancaman
adalah situasi yang tidak menguntungkan utama dalam lingkungan perusahaan atau
organisasi sehingga dapat menjadi penghambat atau hambatan untuk mencapai
tujuan perusahaan atau organisasi di masa sekarang dan masa yang akan datang .
Adapun hasil analisis
ancaman pada perusahaan otomotif BMW adalah sebagai berikut ini :
· Kompetitor
mobil Eropa mulai marak dan menjadi “kuda hitam” dalam bisnis otomotif kelas
premium.
·
Kompetitor menawarkan kemudahan, harga yang lebih murah, serta fasilitas dan
pelayanan yang lebih menarik
·
Produsen otomotif Asia mulai memproduksi kelas – kelas premium dengan harga
yang lebih terjangkau dan realistis.
4.2 Pembahasan
Kerangka Kerja
Pengukuran SWOT
Pada sub bab ini akan
dijelaskan kerangka pengukuran kinerja SWOT. Dalam hal ini perusahaan BMW dapat
melakukan pengukuran kinerja SWOT perusahaan dalam bentuk kerangka yang
sebelumnya melakukan 3 langkah sebagai berikut ini :
a)
Mendefinisikan sektor bisnis dan konsentrasinya (Otomotif)
b)
Mengidentifikasi peluang dan tantangan kompetisi bisnis otomotifnya
c)
Menentukan Key Success Factors pada bisnisnya yang juga menuntut perusahaan
untuk memiliki kemampuan yang prima agar memperoleh kesuksesan yang ingin
dicapainya
d)
BMW harus mampu melihat ke sektor dalam perusahaannya sehingga dapat
menyimpulkan bagian mana atau area mana dari perusahaan yang dapat dipergunakan
sebagai Key Success Factors
e)
Mengidentifikasi pesaing atau kompetitor (Mercedes Benz, Audi, Volvo, dll )
terdekat agar dapat mengembangkan analisa strategis.
4.3 Struktur organisasi
Analisa untuk BMW:Struktur organisasi yang digunakan BMW sangat mendekati denganstruktur divisi, dimana struktur divisi paling sesuai pada lingkungan yang tidakstabil dan tidak dapat diduga, (seperti kita ketahui pangsa pasar BMW adalahkalangan atas dimana kebutuhan pangsa kelas menengah itu selalu lebihspesifik), serta sulit mengantisipasi kebutuhan sumber daya dan persyaratankordinasi agar berbagai pekerjaan bersifat tidak tetap disetiap waktu. Jenisstruktur ini juga membantu mendukung organisasi-organisasi yang bersaingmenurut diferensiasi atau inovasi karena tanggapan yang fleksibel merupakan intiuntuk strategi ini bekerja. Analisa SWOT untuk BMW:S (kekuatan): karena harga mahal otomatis laba yang dihasilkan pun besar W (kelemahan): karena harganya mahal maka pangsa pasarnya sedikit hanyakalangan atas saja yang mampu membeli mobil keluaran BMWO (walaupun): pangsa pasarnya sedikit tapi kalangan atas ini bersedia membayar mahal untuk mobil keluaran BMW yang fokus untuk menghasilkan mobil mewahdan nyaman dengan kinerja terbaikS (pesaing): produser mobil mewah relatif sedikit.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Pada bab ini
kesimpulan yang di dapat ternyata banyak beberapa faktor yang dapat dijadikan
pisau analisis untuk mengupas atau menganalisis permasalah yang ada pada
perusahaan otomotif sekelas BMW. Bagaimana latar belakang berdirinya
perusahaan, analisis dampak SWOT, isu strategis, visi, misi, nilai – nilai,
rekomendasi serta implementasi di lapangan. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan
bentuk pengukuran kinerja perusahaan. Tentunya dengan kesimpulan ini BMW harus
lebih mampu untuk memberikan beberapa langkah – langkah ideal dan jitu
untuk menjadikan mereka sebagai pemimpin pasar atau pemain tunggal sebagai
produsen otomotif terpercaya bagi konsumennya.
5.2 Saran-saran
Menurut saya kinerja
BMW AG itu sudah sangat baik, kenapa bisa saya katakana baik? Itu karena mereka
bisa menjadi perusahaan besar saat ini, Cuma apabila perusahaan sebesar itu
dipegang oleh orang yang salah, tidak menutup kemungkinan jikalau kita
mendengar BMW bangkrut. Jadi harus selektif untuk memilih staf-nya. Serta bila
BMW membuat mobil yang nyaman dan berharga murah, bukan tidak mungkin Toyota
yang saat ini memegang “Raja Otomotif dunia” bisa digeser oleh BMW AG seperti
motto yang dipakai salah satu Apparel Jerman terkenal “Impossible Is Nothing”.
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar